Acaraki Jamu Festival Ubah Jamu Jadi Gaya Hidup Kekinian

35 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Siapa bilang budaya itu kuno dan membosankan? Acaraki Jamu Festival (AJF) yang baru saja selesai digelar di Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta, pada Minggu (16/11), membuktikan sebaliknya.

Mengusung tema pelestarian budaya dalam semangat kekinian, festival ini sukses menarik ribuan pengunjung dari berbagai kalangan, terutama generasi muda, untuk merayakan warisan Jamu Nusantara.

- Advertisement -

AJF bukan sekadar tempat minum jamu, melainkan sebuah pesta kolaboratif yang memadukan tradisi, olahraga, dan gaya hidup. Acara ini secara unik mengubah kawasan bersejarah Kota Tua menjadi panggung perayaan budaya yang dinamis.

Festival ini mengambil inspirasi dari filosofi Jawa Kuno yaitu Jampi (doa) dan Usodo (kesehatan), yang menjadi akar kata ‘Jamu’. Puncak kemeriahan terlihat pada pagi hari melalui Fun Walk Jamu Gendong 2,5K.

- Advertisement -

Ratusan peserta, lengkap dengan caping dan bakul jamu, menyusuri rute di sekitar Kota Tua. Aksi ini menjadi penghormatan simbolis yang menyentuh hati bagi para Mbok Jamu, para penjaga tradisi kesehatan yang rela berjalan jauh.

Berbeda dari festival pada umumnya, AJF menghadirkan Parade Laskar Jamu Gendong dan Estafet Games Nusantara. Permainan tradisional seperti gasing, bekel, dan ketapel dikemas dalam format kompetisi yang seru, mengajak para milenial dan Gen Z bernostalgia sekaligus melestarikan permainan rakyat.

Pengunjung dimanjakan dengan program Free Flow Jamu, di mana mereka dapat menikmati berbagai racikan jamu tradisional dan modern sepuasnya. Kreativitas juga terlihat di booth-booth interaktif yang menampilkan Jamu dengan sentuhan mixology kontemporer.

Ketua Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu), Jony Yuwono, menyebut bahwa festival ini bertujuan untuk menjembatani warisan budaya dengan generasi masa kini lewat pendekatan yang menyenangkan.

Acaraki Jamu Festival adalah bukti nyata bahwa upaya pelestarian budaya dapat dikemas secara relevan dan menjadi gaya hidup yang menarik. Festival ini berhasil merangkul semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mencintai Jamu, yang kini telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Lokasi di Kota Tua dipilih karena mampu menghadirkan suasana otentik yang kental akan sejarah, menjadikannya kanvas sempurna untuk acara yang bersemangat tradisi. Bagi para penggemar wisata budaya dan kuliner sehat, AJF adalah destinasi wajib yang sayang untuk dilewatkan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
35 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru