Prancis Tegas Tolak Aneksasi Tepi Barat, Siap Bantu Palestina Susun Konstitusi Baru

17 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan komitmen negaranya untuk mendukung lahirnya negara Palestina yang berdaulat. Dalam konferensi pers bersama Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Paris, Selasa (11/11/2025), Macron mengumumkan pembentukan Komite Bersama Prancis–Palestina yang akan menangani aspek hukum, konstitusional, dan kelembagaan guna membantu proses pembentukan negara Palestina.

“Komite ini akan membantu menyusun konstitusi baru berdasarkan rancangan Presiden Abbas, sekaligus memastikan semua prasyarat bagi berdirinya negara Palestina yang layak,” ujar Macron seperti dikutip Holopis.com dari Antara.

- Advertisement -

Ia menegaskan bahwa Prancis dan mitra Eropa akan mengambil sikap tegas jika Israel terus melanjutkan kebijakan aneksasi, baik secara hukum maupun de facto. Macron menyebut langkah tersebut sebagai “garis merah” yang tidak bisa ditoleransi.

Menurutnya, aksi kekerasan oleh kelompok pemukim dan pembangunan permukiman baru Israel di Tepi Barat sudah mencapai level yang mengkhawatirkan. “Hal ini melanggar hukum internasional dan mengancam stabilitas kawasan,” tambahnya.

- Advertisement -

Selain dukungan politik, Prancis juga akan menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai 100 juta euro (sekitar Rp1,7 triliun) untuk Gaza pada tahun 2025. Bantuan tersebut meliputi pasokan makanan tambahan bagi anak-anak, obat-obatan, dan peralatan medis, di bawah koordinasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Prancis juga akan berpartisipasi dalam Konferensi Rekonstruksi Kairo serta memperkuat kerja sama dengan Komite Palang Merah Internasional dan Badan Pembangunan Prancis untuk memulihkan layanan kesehatan di Gaza.

Macron menekankan pentingnya kehadiran kembali aparat keamanan Otoritas Palestina di Gaza demi menjaga stabilitas, dan menyatakan kesediaan Prancis mengirim lebih dari 100 anggota gendarmerie untuk membantu misi keamanan Uni Eropa di wilayah tersebut.

Sementara itu, Presiden Mahmoud Abbas menyampaikan apresiasi atas dukungan Prancis dan Amerika Serikat, serta berterima kasih kepada Mesir, Qatar, dan Turki yang telah berperan penting dalam menjaga gencatan senjata dan menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Abbas juga menyerukan kepada negara-negara yang belum mengakui Palestina agar segera melakukannya. “Gaza adalah bagian tak terpisahkan dari Negara Palestina di bawah kedaulatan Otoritas Palestina,” tegasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
17 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru