Pesona Bahari Premium Lombok Pikat Raksasa Bisnis Wisata Korea

0 Shares

HOLOPIS.COM, BUSAN – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indonesia melancarkan strategi yang tegas dan berani. Dalam gelaran Indonesia Business Matching (IBM) 2025 di Busan, Korea Selatan, sorotan tidak lagi tunggal pada Bali, melainkan beralih ke permata yang menjanjikan pengalaman “Go Beyond Ordinary” yaitu Lombok.

Keputusan ini bukan tanpa dasar. Dengan menargetkan 23 mitra strategis (buyer) Korea termasuk pemain besar seperti HanaTour Service Inc. dan Jeju Air, Indonesia berupaya menangkap segmen wisatawan Korea yang dikenal memiliki daya beli tinggi.

Data BPS tahun 2024 menunjukkan rata-rata pengeluaran turis Korea mencapai $1.384 AS per kunjungan, dengan lama tinggal rata-rata 9,10 hari. Pasar ini mencari kualitas, bukan hanya kuantitas.

Sekretaris Kemenpar, Bayu Aji, menegaskan bahwa diversifikasi adalah kunci. “Republik Korea adalah pasar utama. Melalui IBM 2025, kami ingin menunjukkan bahwa hubungan bisnis kami melampaui yang tradisional, membuka peluang promosi yang lebih luas ke destinasi-destinasi baru,” jelas Bayu.

Fokus promosi di Busan tidak hanya berhenti pada destinasi populer seperti Yogyakarta dan Labuan Bajo, tetapi secara spesifik menyoroti Lombok sebagai destinasi unggulan untuk wisata bahari (marine tourism).

Lombok, dengan keindahan Gili Trawangan yang bebas kendaraan bermotor dan pantai-pantai yang tenang, diposisikan sebagai kontras yang menyegarkan dari keramaian destinasi lain.

- Advertisement -

Lima pelaku industri Indonesia, termasuk Pakuwon Group dan maskapai Garuda Indonesia, didampingi oleh Kalandara Resort Lombok, Somewhere Lombok Resort, dan Ombak Property Gili Trawangan. Kehadiran perwakilan Lombok yang spesifik ini mengirimkan pesan jelas kepada pasar Korea bahwa Indonesia menawarkan pengalaman niche yang eksklusif dan berkelanjutan.

Dukungan penuh datang dari KBRI Seoul. Deputy Chief of Mission Ali Andika Wardhana mendorong pelaku industri untuk mengembangkan paket wisata yang “inovatif dan berkelanjutan” demi memikat minat wisatawan muda Korea. Ini mencerminkan pemahaman bahwa pasar Korea muda mencari lebih dari sekadar pantai; mereka mencari cerita, tanggung jawab lingkungan, dan petualangan yang otentik.

Sementara itu, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kemenpar, Yulia, menutup dengan pernyataan yang membakar semangat: “Konsistensi promosi melalui business matching ini akan terus memperkuat pengenalan destinasi unggulan Indonesia di pasar Korea Selatan,” ujarnya.

IBM 2025 bukan hanya tentang pertemuan bisnis, event ini adalah pernyataan strategis bahwa Indonesia, dengan Lombok sebagai ujung tombaknya, siap menawarkan petualangan yang lebih dalam dan mengesankan bagi pasar Asia Timur.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Ronalds Petrus Gerson
Dede Suhadi, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU