Ibu : Raden Ayu Sutini
Gelar : Pahlawan Nasional asal Jawa Tengah
Tentang Sarwo Edhie Wibowo
Nama kecilnya sebenarnya hanya Edhie, hanya saja disebutkan ia sering sakit-sakitan sehingga dalam pandangan orang Jawa kuno dulu, namanya perlu diganti untuk menghindari mitos tersebut, dan bagian depan diberi tambahan Sarwo sehingga nama lengkapnya menjadi Sarwo Edhie Wibowo.
Ia lahir dari keluarga priyayi, karena ayahnya adalah Raden Kartowilogo merupakan pegawai pemerintahan untuk mengurusi perpajakan di era pemerintahan kolonial Belanda. Pun demikian, ia tetap layaknya anak-anak pada masa kecil, yakni bermain dengan sesama anak desa.
Setelah kemerdekaan Republik Indonesia, Sarwo Edhie Wibowo bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang menjadi cikal bakal dari ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia), saat ini bernama TNI (Tentara Nasional Indonesia).
Di organisasi ABRI, Sarwo Edhie pernah menjadi Komandan Batalion di Divsi Diponegoro. Kemudian ia juga pernah menjadi Komandan Resimen di kesatuan yang sama, hingga menjadi Wakil Komandan Resimen di Akademi Militer Nasional. Pada tahun 1962 hingga 1964 ia didapuk menjadi Kepala Staf Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD), dan pada tahun 1964 – 1967 ia didaulat menjadi Komandan RPKAD.
Diketahui Sobat Holopis, RPAKD ini adalah satuan khusus yang menjadi cikal bakal dari nama Komando Pasukan Khusus (Kopassus), yakni sebuah satuan elite di lingkungan matra TNI Angkatan Darat saat ini.
Banyak peran yang pernah ia lakoni untuk Indonesia. Mulai dari bergabung dengan Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi bagian dari agenda perebutan kedaulatan Negara Republik Indonesia tahun 1945. Kemudian ia juga pernah terlibat langsung dalam peristiwa G30S/PKI kala itu. Posisinya adalah menjadi bagian dari pihak yang pro dengan kepemimpinan Soeharto dan menentang PKI (Partai Komunis Indonesia).
Karena kiprahnya di TNI, nama Sarwo Edhie Wibowo pun disematkan pada sebuah gedung di Komplek Militer di Cijantung, Jakarta Timur dengan nama Gedung Sarwo Edhie Wibowo, markas besar Kopassus TNI AD.
Dan karena kiprahnya untuk NKRI hingga merupakan putra asli Jawa Tengah itulah, membuat Jenderal TNI (purn) Sarwo Edhie Wibowo diberikan gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto di momentum Hari Pahlawan Nasional 2025 di Istana Negara Jakarta.

