HOLOPIS.COM, SEMARANG – Lupakan sejenak Bali, kini saatnya menjelajahi jantung kebudayaan Jawa. Enam agen perjalanan (TA/TO) terkemuka dari Malaysia baru saja menyelesaikan misi kuliner dan budaya intensif selama empat hari di Joglosemar.
Sebuah gabungan dari tiga destinasi yaitu Yogyakarta, Solo, dan Semarang dalam perjalanan Familiarization Trip (Famtrip) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indonesia telah memikat wisatawan asal Negeri Jiran.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan bahwa kuliner adalah pintu masuk paling autentik untuk memperkenalkan Indonesia. “Melalui makanan, kami menghadirkan kisah budaya, kehangatan masyarakat, dan keunikan daerah. Kami ingin memperkuat citra Indonesia sebagai world-class culinary and cultural destination di mata pasar Malaysia,” jelas Made.
Pemilihan Joglosemar sebagai medan perburuan harta karun rasa ini sangat strategis. Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, Dedi Ahmad Kurnia, menuturkan bahwa pembukaan rute penerbangan langsung AirAsia Kuala Lumpur–Semarang menjadi jembatan emas yang menghubungkan wisatawan Malaysia langsung ke jantung Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Fakta di lapangan mendukung potensi ini, berdasarkan data BPS hingga Agustus 2025 menunjukkan Malaysia adalah pasar utama dengan 1,68 juta kunjungan, angka yang terus meningkat signifikan.
Selama empat hari, rombongan agen Malaysia ini disuguhi masterpiece budaya dan kuliner yang mendalam. Kunjungan ke beberapa tempat kuliner legendaris dari masing-masing kota tampaknya sukses membuat wisatawan malaysia menikmati kekayaan rasa asli nusantara.
Di Semarang, perjalanan dimulai dengan mencicipi hidangan otentik desa di D’Kamboja Heritage Dapur Ndeso yang dikelola Anne Avantie, dilanjutkan dengan kunjungan ke Sam Poo Kong Temple dan pengalaman malam yang magis di Kota Lama serta Lawang Sewu yang ikonik.
Di Solo, mereka melangkah masuk ke dalam sejarah di Pura Mangkunegaran, menikmati santap siang mewah ala bangsawan di Pracimasana Restaurant, dan menyelami seni membatik di Kampung Batik Kauman.
Di Yogyakarta jadi puncak petualangan, inilah sesi yang paling unik. Setelah mengunjungi keajaiban dunia Candi Borobudur, para peserta mengikuti culinary workshop mendalam di Bhumi Bhuvana.
Sorotan utama adalah program Boja: The Magic Table, di mana para peserta diperkenalkan pada cita rasa Nusantara yang mengejutkan, termasuk Sambal Ganja khas Aceh, yang kehebohan namanya jauh berbeda dengan rasanya yang adiktif! Petualangan rasa ditutup dengan santapan khas Keraton Jawa di Restoran Bale Raos.
Rangkaian acara ini ditutup dengan networking dinner, menyatukan para “pemburu” dari Malaysia dengan anggota ASITA dan ASTINDO Yogyakarta untuk menjalin kemitraan, memastikan rute wisata eksotis Joglosemar ini segera tersedia di paket perjalanan mereka.

