HOLOPIS.COM, MAKASSAR – Aksi tawuran antarwarga di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, kembali pecah dan menyisakan pemandangan miris.
Tak hanya remaja yang terlibat bentrokan, sejumlah emak-emak justru kerap menghalangi aparat kepolisian saat hendak membubarkan massa dan menyisir area tawuran.
Tawuran beruntun ini terjadi di Jalan Lembo, Kamis (6/11) malam. Dua kelompok remaja dari Kampung Lembo dan Kampung Layang saling serang menggunakan batu, petasan, bom molotov, hingga anak panah.
Bentrokan menyebabkan satu rumah kayu terbakar dan beberapa rumah warga mengalami kerusakan.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi sering mendapat perlawanan dari warga, termasuk beberapa ibu-ibu yang mencoba melindungi anak-anak mereka dari penangkapan.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengaku prihatin dengan sikap sebagian orang tua yang justru membela anak-anak mereka yang terlibat tawuran.
“Ini ada anggapan yang salah. Kalau ingin anak-anaknya tidak terlibat kasus hukum, ya jangan dibiarkan tawuran,” tegas Arya dikutip Jumat (7/11).
Menurutnya, tindakan melindungi pelaku justru bisa membuat orang tua tersangkut hukum. Ia mengatakan, polisi tidak mungkin mengamankan pelaku jika tidak bersalah.
“Kalau ada yang ditangkap itu pasti karena ada kesalahan. Karena kesalahan itu yang menyebabkan orang lain menderita. Jadi pelaku-pelaku kriminal jangan dilindungi. Kalau mereka turut melindungi, ada pasalnya juga,” tegasnya.
Arya menuturkan, pihaknya bersama TNI dan Pemerintah Kota Makassar telah berulang kali melakukan upaya pencegahan, mulai dari mempertemukan pihak yang bertikai hingga menempatkan pos pengamanan selama sebulan penuh. Namun, tawuran kembali terjadi begitu pasukan ditarik dari lokasi.
Sehingga ia menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mencegah tawuran remaja.


