Putra Mahkota Resmi Naik Takhta, Keraton Surakarta Miliki Raja Baru: Paku Buwono XIV

22 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sejarah baru tengah tercipta di Keraton Surakarta Hadiningrat. Putra mahkota, KGPAA Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram, secara resmi mengukuhkan dirinya sebagai Raja Keraton Surakarta dengan gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwono XIV.

Momen sakral itu berlangsung pada Rabu (5 November 2025), bertepatan dengan Rebo Legi, 14 Jumadilawal tahun Dal 1959, di sela prosesi pelepasan jenazah ayahandanya, PB XIII.

- Advertisement -

Dengan penuh khidmat, KGPAA Hamangkunegoro membacakan ikrar kesetiaan dan kesanggupan untuk meneruskan tahta dan tanggung jawab luhur sebagai raja.

“Ingsun Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram, ing dina iki, Rebo Legi, patbelas Jumadilawal tahun Dal sewu sangangatus seket sanga, utawa kaping lima Nopember rong ewu selawe, hanglintir kaprabon Dalem minangka Sri Susuhan Karaton Surakarta Hadiningrat, kanthi sesebutan Sampeyandalem ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakoe Boewono Parbelas,” ujarnya dengan suara tegas di hadapan keluarga besar, sentono dan para abdi dalem.

Jika diterjemahan, sang putra mahkota menyatakan bahwa mulai hari itu ia resmi naik takhta sebagai Paku Buwono XIV, penerus sah tahta Kasunanan Surakarta.

- Advertisement -

Putri sulung PB XIII, GKR Timoer Rumbaikusuma Dewayani, menyebut langkah adiknya sebagai wujud nyata kesetiaan dan penghormatan terhadap adat Mataram yang luhur.

“Sinuhun XIV menjalankan sabda pelepasan dengan penuh tata krama dan makna. Inilah tanda kesetiaan seorang putra raja kepada ayahandanya dan kepada adat Mataram,” tuturnya.

Ia menambahkan, keluarga besar sepenuhnya mendukung pengangkatan PB XIV, yang menandai bukan hanya perpisahan dengan sosok raja lama, tetapi juga awal dari babak baru kepemimpinan Keraton Surakarta.

Kini, di pundak PB XIV terpikul tanggung jawab besar untuk melanjutkan warisan leluhur, menjaga nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan kebijaksanaan Mataram agar tetap hidup di tengah arus zaman modern.

Bagi masyarakat Jawa dan Indonesia, kehadiran PB XIV menjadi simbol kelanjutan tradisi dan harapan baru bagi kejayaan budaya Nusantara.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
22 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru