HOLOPIS.COM, JAKARTA — Di era serba digital seperti saat ini, teknologi telah mengubah banyak hal, termasuk cara anak muda menjalin hubungan.
Salah satu kebiasaan yang kini populer di kalangan pasangan muda adalah sleep call, kebiasaan menelepon atau video call hingga tertidur bersama.
Hal ini banyak dilakukan oleh mereka yang sedang PDKT (pendekatan) maupun menjalani hubungan jarak jauh (LDR).
Meski terdengar sederhana, sleep call ternyata memiliki makna emosional yang cukup dalam bagi para pelakunya. Kebiasaan ini bukan sekadar obrolan sebelum tidur, tetapi juga bentuk ekspresi kasih sayang, kedekatan emosional, bahkan pembuktian komitmen dalam hubungan.
Merasa Lebih Dekat Walau Terpisah Jarak
Sleep call biasanya dilakukan lewat voice call atau video call di malam hari, dan sering kali berlanjut hingga keduanya tertidur. Bagi sebagian besar anak muda, kegiatan ini menjadi cara untuk merasa lebih dekat dengan pasangan, meski tidak bisa bertemu langsung.
Khususnya bagi mereka yang sedang PDKT, sleep call dianggap sebagai bentuk perhatian yang romantis. Sementara bagi pasangan LDR, kebiasaan ini menjadi “jembatan emosional” yang membantu menjaga keintiman di tengah keterbatasan jarak dan waktu.
Bukti Komitmen dan Cara Menjaga Hubungan
Tak sedikit yang menganggap sleep call sebagai tanda keseriusan dalam hubungan. Melalui kebiasaan ini, seseorang ingin menunjukkan bahwa ia peduli dan siap meluangkan waktu, bahkan hingga larut malam.
Bagi pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh, sleep call menjadi ritual wajib yang tak boleh terlewat. Tanpa pertemuan tatap muka, cara ini dipercaya bisa mempererat komunikasi sekaligus menjaga rasa saling memiliki.
Meski terkadang keduanya sudah tertidur di tengah percakapan, banyak yang menganggap hal itu sebagai simbol kedekatan emosional yang kuat.


