Selasa, 17 Feb 2026
BREAKING
Selasa, 17 Feb 2026

Cak Imin: Pemerintah Siapkan Dua Jalur Besar untuk Putus Rantai Kemiskinan

9 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menekan angka kemiskinan nasional melalui dua strategi utama, yakni penguatan sektor pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Langkah ini dibahas dalam rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (5/11/2025).

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menjelaskan bahwa pemerintah ingin mengentaskan kemiskinan secara menyeluruh dengan memutus mata rantainya sejak dini.

- Advertisement -

“Salah satu poin penting adalah menciptakan penanggulangan kemiskinan dengan dua strategi besar, yaitu lewat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Pada strategi pertama, pemerintah mulai membangun Sekolah Rakyat sebagai upaya konkret memperluas akses pendidikan bagi masyarakat bawah. Program ini diharapkan tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menjadi solusi terhadap pengangguran dan tantangan dunia kerja di masa depan.

- Advertisement -

“Kami mengonsolidasikan pendidikan agar menjadi bagian integral dalam mengatasi pengangguran,” kata Cak Imin.

Sementara itu, strategi kedua berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan pendidikan vokasi. Pemerintah berupaya agar lulusan SMA dan SMK bisa langsung terserap oleh dunia kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Untuk itu, balai pelatihan kerja milik pemerintah dan swasta akan dilibatkan secara aktif.

Cak Imin juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberi arahan agar sekolah-sekolah vokasi direvitalisasi dan kurikulum nasional disesuaikan dengan kebutuhan industri.

“Pak Presiden juga meminta agar bahasa asing seperti Inggris dan Arab menjadi bahasa wajib di sekolah, selain bahasa Indonesia,” tuturnya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menambahkan bahwa sektor pendidikan kini menjadi prioritas utama pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan. Menurutnya, sinergi antara pendidikan dan dunia kerja mutlak dilakukan agar lulusan sekolah siap menghadapi persaingan global.

“Supply dari pendidikan harus disesuaikan dengan demand dari dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri,” kata Pratikno.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kemampuan teknologi, bahasa, serta pemahaman budaya bagi tenaga kerja Indonesia agar dapat bersaing di tingkat internasional.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
9 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru