Sementara itu, dr. Meidianie Camellia, Sp.N, Spesialis Neurologi RS Premier Bintaro, menambahkan bahwa stroke merupakan komplikasi serius dari gangguan jantung.
“Otak membutuhkan sekitar 20 persen aliran darah tubuh. Gangguan sedikit saja bisa menyebabkan kerusakan permanen,” ujarnya.
Ia menegaskan, 90 persen penyebab stroke berasal dari gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, makan tinggi garam dan lemak, kurang tidur, stres, serta jarang berolahraga.
Kementerian Kesehatan bahkan mengingatkan masyarakat melalui akronim “SeGeRa Ke RS” untuk mengenali gejala stroke: Senyum tidak simetris, Gerak melemah, Bicara pelo, Kebas, Rabun mendadak, dan Sakit kepala hebat.
Para dokter mengingatkan, gaya hidup sehat, pemeriksaan rutin, dan pelatihan CPR (bantuan napas darurat) bisa menyelamatkan nyawa serta menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.


