“Kami mempunyai mimpi yang sangat besar, yaitu menjadi provinsi kreatif Indonesia. Hari Ekonomi Kreatif ini menjadi momentum penting bagi kami sebagai warga Jawa Tengah untuk merayakan dan menegaskan semangat kreativitas. Antusiasme masyarakat terlihat dari beragam kegiatan yang berlangsung di seluruh wilayah kami,” ujar Gubernur Luthfi.
Di balik perayaan, Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) memanfaatkan momentum ini untuk mendorong inovasi baru. Gekrafs turut meramaikan acara dengan pameran karya otomotif lokal, dan Ketua Umumnya, Kawendra Lukistian, mendesak agar Kreatif Otomotif diakui sebagai subsektor ke-18 dalam ekosistem ekraf nasional.
“Kreatif otomotif ini harus menjadi subsektor sendiri karena tidak bisa digabung dengan subsektor lain. Segmen dan pasarnya berbeda. Kami ingin mendorong agar kreatif otomotif bisa menjadi subsektor ke-18 dalam ekonomi kreatif Indonesia,” tegas Kawendra, menandakan bahwa puncak Hekrafnas 2025 di Semarang juga menjadi panggung untuk ide-ide baru yang revolusioner.
Rangkaian Semarak OktoBerkreasi tahun ini yang berhasil menggerakkan 20 daerah dari Aceh hingga Papua, kini resmi ditutup di Semarang, dengan pesan yang jelas: Masa depan ekonomi Indonesia ada di tangan para pelaku kreatif, dan Jawa Tengah telah membuktikan diri sebagai garda terdepannya.

