Manipulasi Gencatan Senjata Israel, Sekutu Netanyahu Tak Ingin Perang Gaza Berakhir

5 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Konflik di jalur Gaza antara Israel dengan Hamas terus disorot dunia internasional meski tengah gencatan senjata. Zionis Israel disebut secara sistematis melanggar gencatan senjata.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyebut Israel terus bermanuver dengan sengaja melakukan blokade pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza.

- Advertisement -

Omongan Hakan itu disampaikan saat pertemuan para menteri luar negeri dari tujuh negara. Pertemuan itu membahas gencatan senjata Gaza.

“Israel kerap melanggar gencatan senjata di Jalur Gaza dan menghalangi pengiriman bantuan kemanusiaan,” kata Fidan dikutip dari Sputnik, Selasa, (4/11/2025).

- Advertisement -

Pasukan militer Israel
Foto yang dirilis oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) pada 21 April 2025 ini menunjukkan seorang tentara Israel yang beroperasi di Jalur Gaza. Di wilayah Shabura dan Tel al-Sultan di Rafah, tentara Israel membongkar “infrastruktur teroris” dan menemukan tumpukan granat, amunisi, serta perlengkapan militer lainnya. Di sepanjang Koridor Morag yang baru saja dibangun, yang memutus Rafah dari Khan Younis dan wilayah Gaza lainnya, tentara Israel menemukan senjata, menghancurkan infrastruktur Hamas, dan menewaskan beberapa militan, kata pihak militer. [Foto: Xinhua/Pasukan Pertahanan Israel]
Menurut Fidan, masyarakat internasional mesti mendesak Israel agar patuh terhadap kesepakatan gencatan senjata. Kata dia, Israel harus terus didesak karena kerap melanggar yang sudah disepekati.

Dia menyinggung blokade Israel itu membuat ratusan truk termasuk yang mengangkut bahan bakar terkendala masuk Gaza.

Fidan menyinggung setiap cara Israel yang dilakukan untuk melemahkan gencatan senjata mesti digagalkan.

Dari laporan Aljazeera, ada suara kecewa dari para sekutu kubu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Mereka kecewa karena tak ingin perang Israel dan Hamas di Gaza berakhir.

Bahkan, sebagian dari sekutu Netanyahu ingin mengosongkan jalur Gaza dari penduduk Palestina. Pun, barisan Natanyahu yang berada di pemerintahan ini sudah menyelenggarakan konferensi selama dua tahun terakhir terkait pembangunan permukiman Israel di Gaza.

“Mereka tidak ingin perang ini berakhir; mereka ingin mengosongkan Jalur Gaza dari penduduk Palestina,” tulis laporan Aljazeera.

Dalam ulasan Aljazeera, Netanyahu saat ini mesti bersikap baik kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan kesan mematuhi gencatan senjata.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
5 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru