HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah RI memperhatikan penguatan ekonomi dan konektivitas lintas batas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. PLBN Motaain merupakan daerah perbatasan wilayah RI dan Timor Leste.
Upaya penguatan itu dilakukan melalui forum monitoring dan evaluasi (monev) dengan Kementerian Sekretariat Negara.
Staf Sekretariat Dukungan Kabinet (Setdukab) Kemensetneg Pramaartha Sese Lanti Pode menjelaskan monev bagian dari mandat Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan efektivitas pelaksanaan proyek strategis nasional di kawasan perbatasan.
“Kami hadir di Motaain untuk mendengar langsung kendala di lapangan. Pembangunan kawasan perbatasan harus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar proyek fisik,” kata Pramaartha, dalam keterangannya di Jakarta dikutip pada Minggu, (2/11/2025).
Pramaartha sudah mendatangi PLBN Motaain pada Kamis (30/10). Kunjungan ke PLBN Motaain bagian dari monev pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Perbatasan Negara di Aruk, Motaain, dan Skouw.
Sementara, Kepala PLBN Motaain Maria Fatima Rika menambahkan penting forum evaluasi untuk memperkuat sinergi. Upaya itu untuk mewujudkan kawasan perbatasan yang produktif dan berdaya saing.
Maria menuturkan PLBN Motaain bukan sekadar pintu lintas negara. Tapi, ia mengingatkan PKBN Motaain juga menjadi gerbang ekonomi yang menghubungkan masyarakat dua bangsa.
“Kami berkomitmen agar pelayanan dan aktivitas ekonomi lintas batas terus meningkat dengan dukungan seluruh pihak,” jelas Maria.
Dijelaskan Maria, organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Belu juga menyampaikan sejumlah proyek strategis yang mengalami kemajuan signifikan. Salah satunya pembangunan kawasan peternakan terpadu Sonis Laloran.
Selain itu, ada juga pasar rakyat, SPBU Lakafehan, serta pengembangan wisata religi Patung Bunda Maria Motaain. Untuk Patung Bunda Maria Motaain sudah menarik lebih dari 120.000 wisatawan sepanjang tahun 2025.


