Ternyata Madu Makanan yang Gak Akan Basi loh
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Madu terkenal sebagai salah satu jenis makanan sehat yang paling sering dikonsumsi. Hal ini dikarenakan madu merupakan makanan alami yang dibuat oleh lebah dengan mengolah nektar dari tanaman berbunga menggunakan enzim yang terdapat dalam liurnya.
Di balik rasa manis alami yang dimiliki madu, ternyata madu merupakan salah satu makanan yang tidak akan basi meski disimpan bertahun-tahun lamanya.
Dikutip Holopis.com dari Hello Sehat Kementerian Kesehatan, madu menjadi makanan yang tidak akan basi karena memiliki kandungan gula alami yang sangat tinggi hingga 80%. Tingginya kandungan gula di dalam madu ini mampu menghambat pertumbuhan berbagai jenis mikroba, seperti bakteri dan jamur. Selain itu madu memiliki kandungan air yang sangat rendah sehingga menjadikan teksturnya sangat kental. Tekstur madu yang kental ini membuat gula tidak dapat terfermentasi dan oksigen pun tidak mudah larut ke dalamnya.
Selain itu, madu memiliki tingkat keasaman dengan pH rata-rata sekitar 3,9 sehingga tergolong bersifat asam. Kondisi ini membuat beberapa bakteri penyebab kontaminasi makanan, seperti C. diphtheriae, E. coli, Streptococcus, dan Salmonella, tidak mampu berkembang biak di dalamnya. Itulah alasan mengapa madu dapat bertahan dan tetap aman dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang.
Madu murni juga mengandung enzim alami bernama glukosa oksidase. Enzim ini berasal dari cairan liur lebah yang masuk ke dalam nektar saat proses pembuatan madu, dan berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri.
Ketika madu matang, terjadi reaksi kimia yang mengubah gula menjadi asam glukonat dan menghasilkan hidrogen peroksida. Senyawa inilah yang bersama komponen antibakteri lain seperti polifenol dan flavonoid memberi madu kemampuan antimikroba untuk menghambat perkembangan mikroorganisme penyebab pembusukan.
Meski madu tidak mudah basi, jika disimpan terlalu lama kualitas madu atau kandungan dan manfaatnya akan menurun. Jika kualitas madu menurun, maka manfaat madu untuk menyehatkan tubuh akan menghilang, bahkan berisiko menimbulkan penyakit terlebih jika terkontaminasi oleh mikroba asing selama proses produksi yang tidak higienis.
Perlu diingat jika kamu memiliki madu murni di rumah, simpanlah di tempat yang sejuk dan kering atau dalam suhu ruang sekitar 10 hingga 20 derajat celcius dalam keadaan tertutup rapat. Hal ini dilakukan agar madu tahan lama dan tidak kehilangan sifat antimikrobanya.
Jika madu dibiarkan dalam keadaan terbuka, ini akan membuat madu mudah terpapar oleh lingkungan luar sehingga berisiko terkontaminasi bakteri dari udara sekitar. Selain itu, membiarkan madu terbuka terlalu lama akan meningkatkan kadar airnya sehingga madu tidak lagi kental dan gula dalam madu mudah terfermentasi dan berakhir basi.