Ray Rangkuti Setuju Utang Whoosh Tidak Dibayar Pakai APBN


Oleh : Maria Hermina

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menanggapi pernyataan dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang menolak untuk membayar utang proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam podcast yang tayang di channel Youtube @Abraham Samad SPEAK UP, Ray menyebut bahwa penolakan dari Menkeu Purbaya merupakan hal yang wajar, pasalnya utang tersebut bukan menjadi beban APBN.

“Pernyataan Pak Purbaya itu sebenarnya gak ada yang terlalu istimewa. Karena memang itu bukan beban APBN utang apa namanya, whoosh itu,” kata Ray Rangkuti seperti dikutip Holopis.com dalam channel Youtube @Abraham Samad SPEAK UP, pada Jumat (31/10/2025).

Ray mengatakan, bahwa utang whoosh tidak seharusnya dibayarkan menggunakan APBN pasalnya woosh merupakan proyek bisnis sehingga yang seharusnya bertanggung jawab terhadap utang whoos adalah BUMN.

“Woosh itu kan bussines to bussines kan, artinya memang BUMN kita lah yang berhubungan dengan ini, yang memang harus menanggulangi seluruh beban biayanya gitu. Nah, jadi kalau Pak Purbaya mengatakan ‘saya gak akan bayar’, iya dong yang ngutang elu kok gue yang bayar, yang ngutang Danantara kok gue yang bayar gitu,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa pernyataan Menkeu Purbaya sangatlah wajar, namun tidak pada situasi yang tepat. Sebab menurutnya saat ini seluruh perhatian publik sedang terpusatkan pada kasus utang Whoosh

“Nah cuman pernyataan itu disampaikan dengan suasan yang membuat orang terhentak. Terhentaknya gimana? Karena, kok udah sampai ke sana (masalah pembayaran utang) pembicaraannya gitu loh kira-kira,” jelasnya.

Ia lantas menyebut bahwa pernyataan Menkeu Purbaya yang tegas menolak membayar utang whoosh menggunakan APBN justru menjadi tanda bahwa terdapat desakan oleh oknum tertentu yang meminta agar APBN mau membayar hutang whoosh.

Tampilan Utama