Hamas Tekankan Tetap Konsisten Gencatan Senjata Meskipun Israel Masih Serang

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kelompok Hamas pada Rabu (29/10) menyatakan tetap berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata dengan Israel, meski menuding pihak Israel telah melanggar perjanjian tersebut melalui serangan terbaru di Jalur Gaza.

Dalam pernyataan resminya, Hamas menilai serangan yang dilakukan Israel menunjukkan upaya untuk menggagalkan proses perdamaian yang sedang berjalan.

- Advertisement -

“Serangan terbaru Israel di Gaza menunjukkan niatnya untuk merusak kesepakatan gencatan senjata dan memaksakan realitas baru dengan kekerasan, di tengah keterlibatan pemerintah Amerika Serikat,” tulis Hamas dalam keterangan resminya, dikutip Holopis.com, Kamis (29/10).

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua pihak yang saling menuding melakukan pelanggaran gencatan senjata dalam beberapa hari terakhir.

- Advertisement -

Pada Selasa (28/10), pihak Israel menyampaikan bahwa sisa-sisa jasad yang diserahkan oleh Hamas pada Senin malam merupakan bagian tubuh dari seorang sandera yang telah ditemukan dan dievakuasi oleh militer Israel sekitar dua tahun lalu.

Sumber dari Hamas kemudian mengatakan bahwa Israel menolak masuknya tim dari Komite Palang Merah Internasional (ICRC) dan perwakilan faksi Palestina ke wilayah timur Kota Gaza untuk mencari sisa-sisa jasad tawanan Israel.

Sementara itu, Army Radio milik pemerintah Israel melaporkan bahwa pasukan Israel menembakkan artileri ke Kota Rafah di Gaza selatan setelah menuding Hamas menargetkan tentaranya dan menewaskan satu personel militer Israel. Namun, Hamas membantah terlibat dalam insiden tersebut.

Tak lama setelah laporan itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk melancarkan serangan baru di Jalur Gaza. Israel menyebut langkah tersebut sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Hamas.

Menurut otoritas kesehatan di Gaza, serangan yang terjadi semalam menewaskan sedikitnya 104 warga Palestina, termasuk 46 anak-anak dan 20 perempuan.

Sebagai tanggapan atas serangan itu, Hamas mengumumkan penundaan penyerahan jenazah sandera Israel yang sebelumnya dijadwalkan pada Selasa malam, dengan alasan bahwa Israel telah melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata ‘akan tetap berlaku, namun menegaskan bahwa Israel “harus membalas” atas kematian tentaranya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru