HOLOPIS.COM, MAKASSAR – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengungkap hasil investigasi terbaru terkait dugaan kebocoran pipa PT Vale Indonesia yang menyebabkan pencemaran sungai, sawah, hingga danau di daerah Towuti, Luwu Timur (Lutim).
Direktur Eksekutif Walhi Sulsel, Muhammad Al Amin, membeberkan hasil penelusuran lembaga lingkungan tersebut menunjukkan dampak tumpahan minyak telah mencapai kawasan konservasi Danau Towuti.
“Dari hasil investigasi, bocoran ini masif dan sudah memasuki kawasan konservasi,”ucap Al Amin, dikutip Holopis.com, Minggu (26/10).
Kita tahu bahwa Danau Towuti adalah wilayah konservasi, area yang sangat dilindungi dan tidak boleh tercemar bahan kimia, apalagi yang mengandung minyak dan mengandung zat kimia berat,” tambahnya.
Ia menyebut dokumentasi lapangan menunjukkan minyak telah mengalir hingga sekitar 10 kilometer dari titik kebocoran menuju Danau Towuti.
Temuan itu disebut sebagai indikasi kuat adanya pelanggaran serius dalam tata kelola mitigasi PT Vale Indonesia.
Adapun dalih gempa bumi yang menyebabkan kebocoran pipa, menurut Amin tidak bisa dijadikan alasan.
Vale kata Al Amin pasti memiliki mitigasi dan monitoring. Karena pasti Vale mengetahui bahwa Luwu Timur adalah daerah yang rawan gempa bumi.
“Fakta bahwa minyak bisa mengalir hingga 10 kilometer ke area konservasi menunjukkan perusahaan tidak menjalankan prosedur mitigasi dengan benar,” ucapnya.
Selain itu, Walhi Sulsel juga menemukan dugaan praktik penanganan limbah yang tidak transparan.
“Kami juga menemukan dokumentasi bahwa perusahaan menabur bahan tertentu ke tanah agar minyak tenggelam ke dasar. Ini tidak transparan dan tidak sesuai prosedur. Publik berhak tahu bahan apa yang digunakan dan bagaimana cara kerja rehabilitasinya,” tegasnya.


