Pemerintah Dorong Maluku Utara Jadi Pusat Rempah Dunia

15 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk mengembalikan kejayaan rempah Indonesia dengan menjadikan Maluku Utara sebagai pusat pengembangan rempah dunia. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Hilirisasi Perkebunan Provinsi Maluku Utara di Kota Ternate, Selasa (28/10) bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Amran menyebut Maluku Utara memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas perkebunan, terutama pala, cengkeh, dan kelapa. Menurutnya, sejak berabad-abad lalu wilayah timur Indonesia telah menjadi poros perdagangan internasional berkat rempah. Melalui hilirisasi dan industrialisasi perkebunan, pemerintah berupaya menghidupkan kembali kejayaan tersebut dalam konteks ekonomi modern.

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Kita akan dorong kembali kejayaan rempah dan perkebunan Indonesia. Dulu Portugis dan Belanda datang karena rempah-rempah. Sekarang, kita yang akan kembalikan kejayaan itu. Maluku dan Maluku Utara harus menjadi pusat rempah dunia,” kata Amran dikutip HOLOPIS.COM dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, Amran menyebut pemerintah telah menyiapkan dana investasi sebesar Rp371 triliun untuk mendukung hilirisasi sektor pertanian, khususnya subsektor perkebunan strategis di seluruh Indonesia. Anggaran tersebut akan diprioritaskan bagi daerah yang menunjukkan kesungguhan dalam pengembangan industri berbasis perkebunan.

- Advertisement -

“Kalau gubernur dan bupati serius, kami akan alokasikan bantuan besar. Tapi kalau hanya pusat yang bekerja keras sementara daerah diam, tidak akan ada kemajuan,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Kementerian Pertanian (Kementan) menambah dukungan tanaman  kelapa di Maluku Utara dari sebelumnya 10 ribu menjadi 15 ribu hektare. Program ini merupakan bagian dari pengembangan 14 komoditas perkebunan strategis yang diproyeksikan mampu menyerap 8,6 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia.

Amran juga menyoroti pentingnya hilirisasi dalam meningkatkan nilai ekonomi. Ia mencontohkan, nilai ekspor kelapa Indonesia saat ini mencapai Rp24 triliun. Namun, jika diolah menjadi produk turunan seperti santan, minyak kelapa, dan coconut milk, potensi nilainya dapat naik signifikan hingga mencapai Rp2,4 triliun setara dengan 80% APBN Indonesia.

“Kalau kita olah air kelapa saja, nilainya bisa ribuan triliun. Dunia kini bergeser, susu diganti coconut milk. Eropa dan Tiongkok tidak bisa tanam kelapa, hanya Indonesia dan Filipina yang bisa. Maka kita yang harus memimpin pasar dunia,” jelasnya.

Ia juga mendorong percepatan pembangunan pabrik pengolahan pala dan cengkeh agar nilai tambah komoditas tidak hanya dinikmati negara lain.

“Jangan kirim bahan mentah, kirim hasil olahan. Satu pabrik pala bisa menaikkan nilai ekonomi 100 kali lipat,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyampaikan apresiasi atas komitmen Kementerian Pertanian. Ia memastikan pemerintah provinsi mendukung penuh langkah hilirisasi dan pengembangan perkebunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
15 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis