Pakuwon Jati Catat Laba Bersih Naik 21%, Ritel Jadi Mesin Pertumbuhan 2025

8 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) kembali menunjukkan ketangguhannya sebagai pengembang properti terintegrasi terbesar di Indonesia. Dalam laporan keuangan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada September 2025, perusahaan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 5,12 triliun, tumbuh 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 4,79 triliun.

Kinerja solid tersebut turut mengangkat laba kotor menjadi Rp 2,84 triliun atau naik 4% dari Rp 2,72 triliun di 2024, sementara EBITDA meningkat 5% menjadi Rp 2,74 triliun.

- Advertisement -

Lebih impresif lagi, laba bersih yang disesuaikan (tidak termasuk selisih kurs) melonjak 21% menjadi Rp 2,28 triliun, mencerminkan kekuatan strategi diversifikasi pendapatan dan pengelolaan aset yang efisien.

Pendapatan Recurring Jadi Penopang Utama

PWON masih mengandalkan recurring revenue atau pendapatan berulang dari pusat perbelanjaan, hotel, dan sewa perkantoran. Dalam sembilan bulan pertama 2025, segmen ini naik 8% menjadi Rp 4,1 triliun, dari sebelumnya Rp 3,81 triliun.

- Advertisement -

Kontributor terbesar berasal dari pusat perbelanjaan ritel dengan pendapatan Rp 2,92 triliun, melesat 15% dibandingkan tahun lalu berkat tingginya tingkat okupansi dan peningkatan traffic pengunjung di mal-mal utama seperti Pakuwon Mall Surabaya dan Gandaria City.

Sementara itu, pendapatan hotel relatif stabil di Rp 966 miliar, dan pendapatan sewa perkantoran turun 23% menjadi Rp 211 miliar seiring penyesuaian pasar.

Proyek Baru Dorong Pendapatan Pengembangan

Segmen development revenue tumbuh 4% menjadi Rp 1,02 triliun, didorong oleh serah terima dua menara kondominium di Pakuwon Residences Bekasi.

Kontribusi terbesar terhadap total pendapatan berasal dari sewa ritel (57%), disusul hotel dan serviced apartment (19%), sewa perkantoran (4%), penjualan kondominium (13%), rumah tapak (6%), dan perkantoran (1%).

Hingga akhir September 2025, PWON mencatat marketing sales sebesar Rp 903 miliar, terutama dari proyek apartemen di Surabaya dan Bekasi. Menariknya, 73% penjualan tersebut berasal dari program insentif PPN DTP yang digulirkan pemerintah sejak akhir 2023.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
8 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru