HOLOPIS.COM, JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia dan Polisi Federal Australia (AFP) menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama dalam memerangi peredaran gelap narkotika di kawasan Asia-Pasifik. Fokus kerja sama tersebut diarahkan pada peningkatan pemanfaatan teknologi dan pertukaran intelijen sebagai strategi utama pemberantasan narkoba lintas batas.
Pertemuan bilateral antara kedua lembaga berlangsung di Jakarta pada Jumat (24/10). Kepala BNN RI, Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, menekankan pentingnya sinergi strategis antara Indonesia dan Australia dalam menghadapi tantangan peredaran narkotika, terutama yang memanfaatkan jalur laut.
“Kedekatan geografis kedua negara membuka peluang bagi peredaran narkotika lintas batas. Karena itu, pemanfaatan teknologi informasi, pengembangan kapasitas, dan pertukaran intelijen menjadi kunci dalam upaya penindakan,” ujar Suyudi di Jakarta, Senin (27/10), seperti dikutip Holopis.com dari siaran pers BNN.
Pihak Australia, dalam hal ini Senior Officer Indonesia AFP Steve Lindner, menyampaikan apresiasi atas sambutan BNN dan menilai kerja sama dengan Indonesia sangat penting dalam mengatasi meningkatnya penyelundupan narkotika melalui perairan Indonesia menuju Australia dan negara-negara Pasifik.
AFP juga menyambut baik nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Fiji, yang dianggap memperkuat jejaring kerja sama kawasan Asia-Pasifik dalam memerangi peredaran narkotika.
Dalam kesempatan itu, Lindner menjelaskan bahwa pasar narkoba di Australia tengah menghadapi dinamika baru dengan munculnya New Psychoactive Substances (NPS) seperti kanabinoid sintetis dan opioid sintetis. Selain itu, penyelundupan ketamine ilegal meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kolaborasi di bidang pertukaran intelijen, pengembangan kapasitas aparat, dan pemanfaatan teknologi informasi guna mendeteksi serta menekan peredaran narkotika lintas batas.
Sebagai tindak lanjut, Kepala BNN RI juga mengumumkan rencana kunjungan kerja ke Australia pada awal Desember 2025 untuk memperdalam koordinasi dan memperkuat hubungan kelembagaan antara kedua negara.


