Mega Famtrip 2025 Jadi Senjata Strategis Indonesia Gaet Pasar Wisata Dunia

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sukses besar menyelenggarakan Mega Familiarization Trip (Mega Famtrip) yang melibatkan 35 operator tur terkemuka dari Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan secara langsung destinasi unggulan Indonesia dan diharapkan mendongkrak penjualan paket wisata global.

Dengan kampanye keren #GoBeyondOrdinary, Indonesia tak lagi sekadar menjual pantai. Mereka menyajikan petualangan yang memecah kebosanan, dari 9 hingga 17 Oktober 2025, melintasi Lombok, Bandung, Labuan Bajo, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Bukan Komodo atau Borobudur, salah satu momen paling unik datang dari grup Timur Tengah (Riyadh dan Oman) di Lombok. Setelah menyelam di Gili Trawangan, mereka justru mendapatkan asupan adrenalin tak terduga yaitu berkendara di Sirkuit Mandalika. Siapa sangka, paket wisata bahari kini bisa ditutup dengan sensasi balap motor kelas dunia.

Di Jawa Barat, grup dari Jeddah dan Abu Dhabi mengalami kejutan budaya-teknologi. Rombongan ini tidak naik pesawat, melainkan menjajal kereta cepat Whoosh menuju Bandung. Kontras antara teknologi futuristik dan pemandian air panas tradisional Sari Ater ini benar-benar mewujudkan kampanye Beyond Ordinary.

Ahmad, salah satu grup dari Abu Dhabi, mengatakan bahwa hotel, atraksi, dan pemandangan semuanya luar biasa. Sebuah pengakuan bahwa kecepatan dan kesejukan bisa jadi selling point baru. “Bandung akan sangat cocok untuk pasar saya,” ujar Ahmad.

Pengalaman yang paling menyentuh mungkin dialami oleh para peserta dari Amerika Serikat, Prancis, dan Jerman di Yogyakarta. Selain mengunjungi Candi Borobudur dan Prambanan, mereka dibawa ke Desa Wisata Nglanggeran.

- Advertisement -

Di sana, key buyers yang biasa merancang perjalanan mewah tiba-tiba harus berkotor-kotor membuat perhiasan perak dan membatik topeng kayu sambil belajar memainkan gamelan tradisional. Pengalaman experiential ini membuktikan, koneksi emosional lewat budaya lebih berharga daripada kemewahan bintang lima.

Sementara itu, operator dari Inggris, Rusia, dan Kanada (pasar yang haus petualangan) menantang ombak Labuan Bajo dengan menjalani gaya hidup mewah liveaboard di kapal phinisi. “Airnya begitu jernih, semuanya luar biasa,” ujar Dominique, agen dari Kanada.

Kesuksesan Mega Famtrip ini bukan hanya karena destinasi, tetapi juga karena kekuatan sinergi yang luar biasa. Kemenpar mengumpulkan setidaknya 46 mitra industri (maskapai, hotel, tour operator lokal, hingga perusahaan atraksi) untuk menciptakan perjalanan mulus lintas benua ini.

Bahkan properti sekelas Marriott Bonvoy hingga Accor Group, dan perusahaan atraksi seperti ITDC Sirkuit Mandalika dan Bali Safari, ikut turun gunung memfasilitasi para tamu VIP ini. Kemitraan dengan Qatar Airways dan Garuda Indonesia memastikan mobilitas antar-benua dan antar-pulau terjamin.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan bahwa Mega Famtrip adalah strategic event untuk memastikan Indonesia menjadi top of mind destination.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Ronalds Petrus Gerson
Dede Suhadi, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU