HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa isu penunjukan Luis van Gaal jadi pelatih Timnas Indonesia adalah hoaks semata. Hal itu disampaikannya dalam jumpa pers di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, pada Jumat (24/10).
Seperti yang telah diketahui bersama, semenjak dipecatnya Patrick Kluivert, kini kursi kepelatihan Timnas Indonesia masih kosong. Seiring dengan hal itu pula, mencuat berbagai isu dimana sejumlah nama diperkirakan bakal menjadi penunggang baru Skuad Garuda.
Salah satu nama yang paling santer tersiar adalah Luis van Gaal, eks pelatih Timnas Belanda yang sudah sukses melanglang buana di sepakbola dunia tersebut diisukan betul bakal jadi calon kuat pelatih Timnas Indonesia.
Sejumlah kriteria mengemuka sebelumnya dari Luis van Gaal mengapa diisukan jadi calon kuat pelatih Timnas Indonesia, mulai dari pengalaman, penerapan filosopi hingga faktor komunikasi, sebagaimana banyaknya pemain keturunan Belanda di tubuh Skuad Garuda.
Terkait siapa pelatih baru Timnas Indonesia nantinya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir pun menyebut bahwa pemilihan pelatih Timnas Indonesia harus matang, jangan terburu-buru.
“Mencari pelatih timnas itu tidak mudah dan tidak bisa buru-buru. Ada banyak faktor yang harus kami pertimbangkan. Saya tidak mau langkah ini justru kontraproduktif,” katanya, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.
Erick menegaskan, dirinya sangat terbuka terhadap berbagai masukan dan informasi dari publik. Namun, ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang menyebarkan opini atau kabar yang tidak berdasar, seperti isu mengenai pelatih asal Belanda, Luis van Gaal.
“Saya terbuka, sangat terbuka terhadap informasi. Tapi jangan beropini atau membuat spekulasi. Misalnya soal Luis van Gaal, itu hoaks. Akhirnya jadi tidak sehat,” tegasnya.
Selain daripada itu juga, Erick menyampaikan bahwa pengalaman dengan dua pelatih sebelumnya yaitu Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert dijadikan bahan evaluasi untuk menentukan kepelatihan berikutnya.
“Kekurangan dan kelebihan STY dan PK kita jadikan evaluasi. Keduanya sudah menjadi bagian dari masa lalu yang kita pelajari agar ke depan makin baik,” tukasnya.

