HOLOPIS.COM, JAKARTA – Langkah Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang menjatuhkan sanksi kepada Indonesia menuai reaksi keras dari publik tanah air.
Warganet Indonesia ramai-ramai menyerbu kolom komentar akun resmi IOC di media sosial setelah lembaga itu menilai keputusan Indonesia menolak atlet Israel sebagai tindakan diskriminatif.
Di kolom komentar Instagram IOC, ribuan netizen membanjiri unggahan terbaru dengan tagar dan seruan politik. Tak sedikit netizen yang menyerukan Free Palestina.
“Free Palestine,” tulis akun @taufik_ahmad86, dikutip Holopis.com, Kamis (23/10).
Banyak di antara mereka yang juga menuduh IOC menerapkan standar ganda dan menyoroti sikap lembaga tersebut yang dianggap tidak sensitif terhadap situasi di Gaza.
“Standar ganda,” ujar @ardiperdana9.
“Ramein guys, sugar daddynya Yahudi nih,” komentar akun @mpuputt yang mendapat banyak balasan dari pengguna lain.
Tagar dan komentar bernada pro-Palestina itu terus bermunculan hingga Kamis (23/10), dengan sebagian warganet menilai keputusan IOC tidak menghormati sikap politik Indonesia terhadap konflik di Timur Tengah.
Seperti diketahui, IOC menjatuhkan hukuman kepada Indonesia setelah pemerintah menolak kedatangan atlet Israel untuk tampil di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. Keputusan tersebut dianggap melanggar prinsip netralitas olahraga internasional karena tidak memberikan visa kepada enam delegasi asal Israel yang sebelumnya telah melakukan persiapan ke Tanah Air.
Dalam pernyataannya, Dewan Eksekutif IOC mengatakan pihaknya menghentikan seluruh bentuk dialog dengan Komite Olimpiade Nasional (NOC) Indonesia terkait penyelenggaraan acara olahraga internasional.
“Akhiri semua bentuk dialog dengan NOC (Komite Olimpiade Nasional) Indonesia tentang menjadi tuan rumah Olimpiade, Olimpiade Remaja, konferensi atau acara Olimpiade edisi selanjutnya hingga pemerintah Indonesia memberi IOC jaminan yang cukup bahwa mereka akan mengizinkan akses bagi seluruh peserta, tanpa memandang kewarganegaraan untuk hadir,” demikian bunyi pernyataan IOC.
Sementara itu, Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir, menyatakan bahwa keputusan Indonesia menolak atlet Israel tetap sejalan dengan amanat konstitusi.

