Transjakarta Angkat Bicara Soal Orasi Komisaris Ancam Gorok Karyawan Trans7

23 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menjadi perhatian di tengah kasus boikot stasiun televisi Trans7 yang dinilai menyinggung Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Pasalnya, Muhammad Ainul Yakin yang menjabat sebagai komisaris Transjakarta ikut menyuarakan pendapatnya baru-baru ini.

Sayangnya aksi penyampaian pendapat yang disampaikan Ainul yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jakarta ini menuai kontroversi di ruang publik. pasalnya dalam orasi yang disampaikan, ia mengucapkan kata-kata bernada ancaman kepada pihak Trans7.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Terkait hal tersebut, Transjakarta melalui komisaris utama Letjen TNI (Purn) Untung Budiharto langsung memberikan klarifikasi. Dalam keterangan resminya, untuk menyebut kegaduhan tersebut merupakan murni pandangan pribadi dari Ainul Yakin dan bukan bentuk dukungan Transjakarta sebagai sebuah perusahaan.

“Pernyataan yang disampaikan Ainul Yakin Simatupang merupakan pandangan pribadi yang bersangkutan dan tidak mencerminkan sikap maupun kebijakan resmi Transjakarta,” ujar Untung di Jakarta, Senin (20/10).

- Advertisement -

Untung menegaskan apabila, Transjakarta sebagai sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menjaga netralitas, profesionalitas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai etika, toleransi dan kebhinekaan dalam setiap aspek kegiatan dan komunikasi publiknya.

Selanjutnya sambung Untung, pihak komisaris dan jajaran direksi akan melakukan klarifikasi secara internal. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh jajaran senantiasa mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) serta menjaga marwah kelembagaan dan tetap fokus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga DKI Jakarta tanpa memandang latar belakang suku, agama, atau golongan.

“Kami juga menyatakan penghormatan kepada seluruh ulama, tokoh agama, serta komunitas pesantren di Indonesia, termasuk Kiai Pondok Pesantren Lirboyo, sebagai bagian penting dari pilar moral dan sosial bangsa,” tutupnya.

Sebagai informasi, kegaduhan ini bermula dari tayangan Trans7 melalui tayangan “Xpose Uncensored” pada 13 Oktober 2025 menampilkan siaran tentang santri dan kiai Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

Hingga akhirnya, jajaran kader NU pun melakukan reaksi dan aksi dengan menggerudung kantor milik Chairul Tanjung di kawasan Tendean, Jakarta Selatan pada hari Kamis, 16 Oktober 2025. Dalam potongan video yang viral di media sosial, Ketua GP Ansor DKI Jakarta, Muhammad Ainul Yakin tampak melakukan orasi di atas mobil komando.

Salah satu materinya adalah refleksi bahwa Republik Indonesia berdiri karena adanya peran Banser dan Ansor Nahdlatul Ulama (NU) di dalamnya. Bahkan banyak kader mereka yang gugur dalam upaya menjaga NKRI.

“Saudara-saudara Trans TV yang masih muda-muda, kalian ingat saja sejarah. Sudah ribuan anak Ansor dan Banser tewas memperjuangkan republik ini. Kalian ada karena adanya Nahdlatul Ulama,” kata Ainul Yakin dalam orasinya yang dikutip Holopis.com, Senin (20/10/2025).

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
23 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis