Dari Sungai Kuantan ke Panggung Bollywood
Penampilan Dika di video musik Zahrah S Khan langsung menarik perhatian banyak pihak. Ia tampil dengan gaya khasnya yang dulu sempat mengguncang media sosial, memadukan gerakan spontan ala Pacu Jalur dengan sentuhan koreografi modern. Kostum yang dikenakan pun tetap bernuansa Melayu Riau: setelan hitam keemasan dengan tanjak kecil yang memberi sentuhan identitas kuat.
“Katanya mereka suka gaya saya yang semangat,” kata Dika dalam sebuah wawancara. Ia mengaku awalnya gugup, tapi akhirnya bisa menari dengan percaya diri setelah mendapat sambutan hangat dari kru dan penari profesional di lokasi syuting.
Perjalanan Seorang Togak Luan Cilik
Jauh sebelum dikenal dunia, Dika sudah terbiasa hidup di tepi Sungai Kuantan. Ayahnya merupakan mantan anggota tim dayung Jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo, sementara kakaknya pernah menjadi Togak Luan atau penari di ujung perahu. Ketika sang kakak beralih menjadi pendayung, posisi itu pun digantikan oleh Dika.
Sejak 2024, Dika menjadi Togak Luan utama timnya. Dengan kacamata hitam, setelan teluk belanga, dan tanjak di kepala, ia menari mengikuti irama tabuhan di tengah perahu yang melaju kencang. Gerakan spontan itu terekam kamera dan mendadak viral di media sosial. Netizen menyebut gaya menarinya sebagai Aura Farming, dan tak butuh waktu lama sampai video Dika tersebar ke berbagai belahan dunia.

