Kasus Dugaan Malpraktik di RS Hastin Karawang, Pasien Asal Bekasi Meninggal Usai Operasi

25 Shares

HOLOPIS.COM, KARAWANG – Kasus dugaan malpraktik medis kembali mencuat di Kabupaten Karawang dan menyeret nama salah satu rumah sakit di wilayah Kecamatan Rengasdengklok.

Seorang pasien asal Bekasi dilaporkan meninggal dunia beberapa hari setelah menjalani operasi di Rumah Sakit Hastin. Peristiwa tersebut kini menjadi sorotan publik dan memicu keresahan warga.

- Advertisement -

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pasien datang ke RS Hastin untuk menjalani tindakan operasi atas penyakit yang dideritanya. Namun bukannya membaik, kondisi pasien justru memburuk hingga akhirnya meninggal dunia setelah menjalani prosedur medis tersebut.

Bang Mar, salah satu warga mengaku menemukan kejanggalan pada hasil pemeriksaan setelah korban meninggal dunia. Ia menyebut adanya benda asing di dalam tubuh korban yang diduga tertinggal pascaoperasi.

- Advertisement -

“Kami sangat curiga karena ditemukan benda seperti kapas dan potongan kain putih dalam jumlah tidak wajar di bagian perut almarhum. Hal itu tidak seharusnya terjadi dalam tindakan medis yang sesuai prosedur,” ujarnya, Sabtu (11/10).

Ia berharap pihak berwenang segera menyelidiki kasus ini secara transparan dan profesional agar tidak menimbulkan keresahan lebih luas di masyarakat.

Menanggapi tudingan tersebut, pihak RS Hastin Karawang memberikan klarifikasi. Manajer Pelayanan Medis, dr. Fahri Trisnaryan menjelaskan bahwa pasien datang dengan keluhan nyeri dan bengkak di area bokong serta perut bagian bawah disertai demam. Setelah pemeriksaan, tim medis menemukan tanda-tanda infeksi serius.

kasus dugaan malpraktik di rs hastin karawang 1
Pihak RS Hastien Karawang saat memberikan klarifikasi soal dugaan malapraktik yang menyebabkan pasien meninggal dunia. [Foto : Istimewa]

“Pasien memiliki riwayat diabetes melitus yang memperberat kondisi infeksi. Kami melakukan tindakan operasi untuk evakuasi nanah, dan ditemukan nanah dalam jumlah banyak yang sudah meluas hingga rongga perut bawah,” jelas dr. Fahri, Minggu (12/10).

Ia menegaskan bahwa tindakan medis telah dilakukan sesuai standar operasional, termasuk pembersihan luka, pemberian antibiotik, pengendalian gula darah, serta perawatan intensif pascaoperasi.

“Kondisi pasien sempat membaik, demam hilang, dan luka menunjukkan proses penyembuhan yang baik,” tambahnya.

Pihak rumah sakit juga menuturkan bahwa saat pasien dipulangkan, kondisinya sudah stabil dan mendapatkan edukasi terkait kontrol rutin.

Namun, sebelum jadwal kontrol pertama, pasien dikabarkan meninggal dunia. Pihak rumah sakit mengaku telah menemui keluarga pasien untuk memberikan penjelasan medis dan menyampaikan belasungkawa.

“Kami atas nama rumah sakit menyampaikan turut berduka cita. Semoga keluarga diberikan ketabahan,” ujar dr. Fahri.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
25 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru