Weird Genius hingga Batik Glompol Siap Guncang Panggung FFWS Global Finals 2025

20 Shares

JAKARTA – Lupakan sejenak pandangan bahwa e-sports hanya soal game dan kecepatan jari. Free Fire World Series (FFWS) Global Finals 2025 di Jakarta akan menjadi panggung pembuktian bahwa industri kreatif Indonesia (Ekraf) kini tengah berada dalam mode ‘kolaborasi gila’.

Pada konferensi pers yang digelar 2 Oktober 2025, Kementerian Ekraf dan Garena Indonesia resmi mengumumkan perhelatan akbar e-sports dunia yang akan berlangsung 31 Oktober–15 November 2025 di Indonesia Arena.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Namun, bintang utama kali ini bukan sekadar para pro-player, melainkan perpaduan unik antara musik elektronik, komik digital, seni visual, hingga batik tradisional yang semuanya dikemas dalam satu event global.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa industri gim telah naik kelas menjadi “The New Engine of Growth” bagi perekonomian nasional.

- Advertisement -

“Ekosistem ini didorong oleh generasi muda. Ini bukan cuma hiburan, ini adalah penciptaan lapangan kerja berkualitas dan peluang usaha baru,” ujar Menteri Teuku Riefky.

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata dari ‘kekuatan penuh’ Ekraf Indonesia. Bayangkan saja dentuman musik khas Weird Genius, kelucuan komik Tahilalats, visual pop-art dari Muklay, berpadu dengan keindahan Guru Batik yang semuanya hadir untuk memberi “warna Indonesia” yang segar dan relevan bagi audiens global.

Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar, menyebut FFWS 2025 bukan sekadar kompetisi, melainkan etalase inovasi kreatif Indonesia. “Kita membuktikan bahwa ciptaan lokal bisa masuk ke pasar global. Indonesia bukan hanya host, tetapi juga panggung bagi IP (Intellectual Property) dan produk kreatif anak bangsa,” tegas Irene.

Di antara semua kolaborator, kehadiran Batik mencuri perhatian. Guru Batik, melalui perwakilannya Dheni Nugroho, merasa bangga bisa mencetak sejarah baru yaitu batik berkolaborasi dengan gim.

Mereka memilih motif Glompol (kebersamaan) dan Nitik (ketekunan). Pesan yang ingin disampaikan jelas bahwa batik itu tidak kuno. “Batik justru bisa tampil keren dan relevan di panggung global. Merchandise ini hanya mungkin lahir karena turnamen ini digelar di Indonesia,” ungkap Dheni.

Country Head Garena Indonesia, Hans Saleh, juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Ekraf yang membuat perpaduan e-sports dan seni ini membuka peluang baru sekaligus merayakan keberagaman ide.

Kolaborasi hexahelix ini (pelaku usaha, kreator, akademisi, komunitas, media, hingga pemerintah) menjadi tonggak penting. Jakarta 2025 akan dikenang sebagai momen di mana Indonesia menunjukkan kepada jutaan penonton internasional bahwa mereka tak hanya jago main gim, tetapi juga jawara dalam merayakan identitas dan budayanya dengan gaya paling modern.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
20 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis