JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melakukan pergerakan masif yang disebut sebagai “injeksi talenta strategis” terbesar tahun ini. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, melantik 610 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan 12 Pejabat Fungsional di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona.
Total 622 aparatur baru ini dikukuhkan bukan sekadar untuk mengisi formasi, tetapi dimobilisasi sebagai agen kunci dalam misi besar membawa pariwisata Indonesia ke era digital (Tourism 5.0) sekaligus kembali ke akarnya, yaitu pelayanan tulus dari hati.
Angka 610 PPPK menunjukkan skala ambisi Kemenpar. Mereka tidak terpusat hanya di Jakarta, hampir setengahnya (250 orang) ditempatkan di Politeknik Pariwisata, memastikan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor ini naik kelas. Sisanya terbagi di kantor pusat (264 orang) dan di garis depan pengembangan destinasi, yakni Badan Pelaksana Otorita Pariwisata (96 orang).
Dalam pidato pelantikannya, Menteri Widiyanti dengan tegas menyebut pariwisata sebagai sektor strategis yang mampu menjadi mesin devisa dan pencipta lapangan kerja. Ia memaparkan lima program unggulan yang menjadi medan tugas bagi para pegawai baru.
Lima program unggulan Kementerian Pariwisata untuk tahun 2025 menjadi cetak biru bagi tugas 622 aparatur baru ini. Fokus utama berada pada percepatan transformasi layanan dan promosi melalui Tourism 5.0 yaitu digitalisasi dan AI, memanfaatkan teknologi canggih.
Selain aspek digital, Kemenpar juga menekankan peningkatan kualitas fisik dan pengalaman, melalui Gerakan Wisata Bersih untuk menjaga higienitas destinasi dan program Pariwisata Naik Kelas untuk memperbaiki kualitas produk dan layanan secara keseluruhan.
Di bidang promosi, program Event by Indonesia dirancang untuk mengangkat acara berskala global dan nasional. Terakhir, namun tak kalah penting, adalah Pemberdayaan Desa Wisata yang berupaya mendorong ekonomi akar rumput melalui sektor pariwisata.
Namun, bagian yang paling menonjol dari mandat Menteri Widiyanti adalah penekanan pada etika kerja yang melampaui birokrasi, sejalan dengan nilai-nilai Sapta Pesona. Menteri Widiyanti menyampaikan tujuh prinsip kerja yang ia sebut sebagai ffondasi aparatur Kemenpar.
Setelah menyebut integritas, fokus pelayanan, komitmen pada hasil, kerja sama, tanggung jawab, dan budaya adaptif, ia menutup dengan prinsip yang paling menyentuh. “Terakhir, bekerjalah dengan hati dan nurani. Jangan jadikan pekerjaan sekadar rutinitas, libatkan hati agar hasilnya memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Menteri Widiyanti.
Pesan ini menempatkan 622 aparatur baru ini sebagai ‘Pasukan Hati Nurani’ sebuah tim yang dituntut bekerja dengan data dan teknologi (Tourism 5.0) sekaligus sentuhan personal yang jujur dan tulus demi meningkatkan citra pariwisata Indonesia di mata dunia.

