BAHAYA! Jangan Tidur Dekat HP, Ini yang Terjadi pada Otakmu Tiap Malam

22 Shares

JAKARTA – Kebiasaan modern sulit dilepaskan dari smartphone (HP). Bagi banyak orang, meletakkan handphone di meja nakas, bahkan di bawah bantal, adalah cara praktis untuk memastikan alarm berbunyi atau agar tidak terlewat notifikasi penting. Namun, kenyamanan sesaat ini berpotensi mengorbankan kualitas tidur dan, dalam jangka panjang, memicu berbagai risiko kesehatan.

Berdasarnya data dan penelitian kesehatan, bahaya tidur dekat HP terbagi menjadi tiga kategori utama: gangguan kualitas tidur, isu paparan radiasi, dan risiko fisik yang tak terduga. Dikutip Holopis.com dari hellosehat.

- Advertisement -

Melawan Cahaya Biru, Mengusik Hormon Melatonin

Dampak yang paling cepat dirasakan dari kebiasaan tidur dekat HP adalah terganggunya siklus istirahat alami tubuh, yang dikenal sebagai ritme sirkadian.

Biang keladinya adalah cahaya biru yang dipancarkan oleh layar HP. Secara biologis, otak kita memproses cahaya biru sebagai sinyal bahwa ini adalah siang hari. Ketika mata terpapar cahaya ini sebelum atau saat hendak tidur, otak pun merespons dengan menghambat produksi hormon melatonin, yaitu zat kimia yang bertugas memicu rasa kantuk dan mengatur tidur.

- Advertisement -

Efeknya, seseorang akan mengalami:

Insomnia: Kesulitan untuk mulai tertidur atau membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk mencapai fase tidur nyenyak (deep sleep).

Kualitas Tidur Buruk: Meskipun terlelap, tidur menjadi tidak efektif, mudah terbangun, dan terasa tidak maksimal. Hal ini menyebabkan kelelahan kronis, sulit konsentrasi, hingga memengaruhi mood keesokan harinya.

Kehadiran HP yang terus-menerus di dekat kita juga menempatkan pikiran dalam posisi “siaga.” Otak tidak benar-benar tenang karena secara bawah sadar menunggu notifikasi atau getaran, sehingga fase pemulihan sel-sel tubuh dan pemrosesan memori selama tidur menjadi terganggu.

Tanda Tanya Radiasi dan Kesehatan Jangka Panjang

Selain masalah tidur, kekhawatiran terbesar yang sering menjadi perdebatan adalah potensi risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh radiasi gelombang radiofrekuensi (RF) yang dipancarkan HP.

Setiap HP memancarkan gelombang elektromagnetik tingkat rendah, terutama saat aktif mencari sinyal seluler atau Wi-Fi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) mengklasifikasikan radiasi HP sebagai “mungkin karsinogenik bagi manusia” (Grup 2B). Klasifikasi ini didasarkan pada kekhawatiran adanya kaitan antara paparan RF dalam jangka waktu lama dan risiko peningkatan tumor otak jenis tertentu, seperti glioma.

Meskipun komunitas ilmiah masih terus melakukan penelitian mendalam untuk mendapatkan bukti definitif pada manusia, prinsip pencegahan tetap sangat dianjurkan. Paparan RF yang intens dalam jarak sangat dekat (kurang dari 1 meter dari kepala) selama delapan jam semalam secara kumulatif patut diwaspadai, terutama bagi individu yang sensitif yang mungkin mengalami gejala seperti sakit kepala atau vertigo.

Risiko Fisik: Ancaman Overheat dan Kebakaran

Sering disepelekan, risiko fisik menjadi bahaya yang paling fatal jika terjadi. Meletakkan HP di lokasi yang tertutup saat tidur, seperti di bawah bantal atau selimut, sangat berisiko.

Jika HP dalam kondisi mengisi daya (charging), ia akan menghasilkan panas. Ketika panas ini terperangkap oleh bahan-bahan isolator (bantal, kasur), suhu internal HP akan meningkat tajam (overheat). Peningkatan suhu ekstrem ini berpotensi merusak komponen baterai, memicu korsleting, dan dalam kasus terburuk, menyebabkan ledakan atau kebakaran.

Langkah Sederhana untuk Tidur Lebih Aman

Menghindari risiko di atas tidak berarti Anda harus membuang HP sepenuhnya. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menciptakan lingkungan tidur yang lebih sehat:

1. Jauhkan Jarak Aman: Letakkan HP minimal satu hingga dua meter dari kepala. Meja rias atau meja belajar adalah pilihan yang lebih baik daripada meja nakas tepat di samping bantal.

2. Aktifkan Mode Pesawat: Jika Anda tetap membutuhkan alarm, aktifkan Mode Pesawat (Airplane Mode). Ini mematikan semua transmisi gelombang RF, sekaligus mencegah notifikasi mengganggu tidur.

3. Jangan Mengisi Daya di Tempat Tidur: Selalu isi daya HP di permukaan yang keras dan terbuka, seperti meja, dan cabut daya sebelum Anda benar-benar tertidur.

Memberikan jeda pada perangkat digital sebelum dan selama tidur adalah investasi terbaik untuk kualitas hidup Anda, memastikan tubuh benar-benar pulih dan siap menghadapi hari esok.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
22 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru