JAKARTA – Pocong merupakan salah satu sosok hantu paling ikonik di Indonesia. Sosok ini dikenal dengan tubuh yang terbungkus oleh kain kafan. Pocong ini juga memiliki julukan unik loh Sobat Holopis, yaitu permen sugus.
Menurut kepercayaan masyarakat luas, awal mula kemunculan pocong ini disebabkan oleh tali pengikat kain kafan pada jenazah yang tidak dilepaskan. Arwah tersebut diyakini akan bangkit dan melompat selama empat puluh hari sambil menuntut tali itu dilepas.
Dipantau Holopis.com dari berbagai sumber, ternyata jenis pocong ini tidak hanya satu loh, namun ada empat jenis pocong yang populer di kalangan masyarakat, dengan masing-masing diantaranya memiliki ciri khas dan keunikan yang berbed-beda.
Pertama yaitu ada yang namanya Pocong Original. Waduh kaya rasa makanan aja ya namanya ‘original’. Pocong dengan jenis ini sering terlihat di area makam atau di rumah almarhum yang baru saja ada orang meninggal. Ciri-cirinya adalah wajah yang tersembunyi rapat oleh kain kafan, dan biasanya muncul beberapa hari pasca kematian.
Jenis kedua ini namanya Turunan Pocong Original. Namanya kok turunan ya? Nah itu karena bentuknya yang mirip dengan pocong original. Namun pocong jenis ini, wajahnya lebih terlihat jelas dan biasanya disertai aroma kapur barus atau bunga. Selain itu, tempat singgah Turunan Pocong Original ini biasanya di lokasi kematian tragis seperti hal nya lokasi kecelakaan.
Di urutan ketiga ada jenis Pocong Merah. Pocong ini memiliki ciri khas kain kafan yang berlumuran darah, sehingga membuat kain kafan yang digunakananya tersebut berwarna merah.
Selain itu, warna merahnya melambangkan sebuah kematian yang tragis bahkan kekerasan yang dialami oleh jenazahnya. Kemunculan jenis ini sering ditafsirkan sebagai permintaan agar tali pengikat kain kafan tersebut dibuka.
Jenis terakhir adalah Pocong Kali Boyong, yang berasal dari legenda wilayah sekitar Sungai Code di Yogyakarta. Pocong ini dikenal memiliki kekuatan mistis yang kuat dan sering menjadi bagian dari cerita-cerita rakyat yang populer di kalangan masyarakat setempat.
Keberadaan berbagai jenis pocong ini menambah warna dalam folklor horor Indonesia, sekaligus menunjukkan keragaman kepercayaan dan mitos masyarakat tentang alam gaib yang terus diwariskan secara turun-temurun.
Gimana sobat Holopis, asyik kan baca horor di Holopis.com? Terus ikuti Oktober Serem ya, cuman di sini.


