Drama Flyaway MotoGP: Dari Sepang Clash hingga Tarian Hujan Mandalika

5 Shares

JAKARTA – Musim MotoGP kembali memasuki fase paling seru, tur flyaway di Asia dan Australia. Setelah menuntaskan rangkaian Eropa, para pembalap bersiap menghadapi empat seri penuh kejutan, cuaca tak menentu, dan sejarah baru yang mungkin tercipta.

Tur flyaway kerap menjadi penentu gelar juara dunia. Lebih dari itu, deretan momen dramatis selalu lahir dari lintasan-lintasan ikonik seperti Phillip Island, Sepang, hingga Mandalika.

- Advertisement -

Kemenangan Perdana Zarco

Johann Zarco akhirnya mencatat kemenangan perdana di MotoGP pada 2023. Meski hanya memimpin satu lap sepanjang musim, momen itu justru datang di saat paling tepat. Zarco mengalahkan lawan-lawannya lewat duel ban menegangkan dan menutupnya dengan selebrasi salto legendaris.

Crutchlow Taklukkan The Island

Phillip Island dikenal penuh drama, dan pada 2016 giliran Cal Crutchlow yang berjaya. Saat Marc Marquez terjatuh di Tikungan 4, Crutchlow memanfaatkan peluang untuk meraih kemenangan keduanya di MotoGP sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai salah satu pembalap Inggris paling bersejarah.

- Advertisement -

Sepang Clash yang Melegenda

Salah satu insiden paling kontroversial hadir di Sepang 2015. Valentino Rossi dan Marc Marquez terlibat duel panas, penuh saling salip dan gestur provokatif, hingga akhirnya bersentuhan di Tikungan 14. Peristiwa itu masih dikenang sebagai “Sepang Clash” yang mengubah jalannya perebutan gelar.

Sepang dan Hujan Lebat

Sepang juga kerap diselimuti badai tropis. Pada 2009, hujan deras menunda lomba sebelum akhirnya Rossi mengunci gelar dunia terakhirnya. Tahun 2012, balapan bahkan dihentikan lebih awal, memberi Dani Pedrosa kemenangan. Sementara 2016 menjadi panggung bagi Andrea Dovizioso merebut kemenangan pertama bersama Ducati.

Tarian Hujan di Mandalika

Indonesia kembali ke kalender MotoGP pada 2022, dan Miguel Oliveira menjadikannya bersejarah. Start dari baris ketiga, ia tampil brilian di trek basah Mandalika, mengalahkan Fabio Quartararo dan Johann Zarco.

Kini, dengan lima pemenang berbeda sejauh MotoGP 2025 bergulir, peluang terbuka lebar bagi kejutan berikutnya di seri-seri flyaway. Satu hal pasti, drama dan sejarah akan selalu hadir.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
5 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru