MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Polisi Tuding Tawuran Antar Kelompok di Makassar Hasil Skenario Pihak Tertentu

12 Shares

MAKASSAR – Tawuran antar kelompok yang terus berulang di wilayah utara Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diyakini bukanlah peristiwa yang spontan terjadi.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan, kuat dugaan ada aktor intelektual yang sengaja membiayai dan mengorganisir bentrokan tersebut.

- Advertisement -

Hal ini ia sampaikan setelah sedikitnya empat orang menjadi korban terkena panah busur di bagian betis, punggung, leher, hingga mata.

“Kami sudah petakan siapa saja aktor intelektual, karena ini tidak mungkin terjadi tanpa ada yang membiayai,” ujar Arya, Selasa (23/9).

- Advertisement -

Menurutnya, kecurigaan semakin kuat setelah melihat penggunaan petasan berdaya ledak tinggi yang berharga jutaan yang digunakan massa saling serang.

“Harga petasan itu Rp1 juta per buah, dan bisa ditembakkan 20 kali dalam sehari. Itu berarti Rp20 juta dalam sehari,” ungkapnya.

Selain petasan, senjata yang digunakan dalam perang kelompok juga menjadi perhatian serius.

“Senapan angin ini juga dari mana asalnya, kami masih dalami,” jelas Arya.

Ia menegaskan, ada pihak-pihak yang ingin menciptakan situasi chaos dan membuat Makassar tidak aman. Meski begitu, polisi tidak tinggal diam. Arya mengaku sudah merangkul tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk meredam konflik.

Arya juga menyebut tawuran ternyata dipicu konflik lama yang telah berlangsung sejak tahun 1989.

“Tawuran ini permasalahannya sudah ada sejak 1989, konflik antarwarga yang tidak selesai hingga kini,” imbuhnya.

Dalam empat hari terakhir, ketegangan kembali pecah hingga membuat warga resah. Setidaknya empat orang telah menjadi korban terkena panah busur.

“Mereka melihat kondisi sepi dari polisi, lalu langsung tawuran. Kami sudah menempatkan anggota, tapi Senin malam saat kegiatan Ngopi Kamtibmas, tawuran kembali terjadi dari lorong sebelah,” ungkap Arya.

Ia menyebutkan, para pelaku tawuran sebagian besar masih berusia sangat muda.

“Yang terlibat ini rata-rata di bawah umur, ada yang 14, 13, bahkan 12 tahun. Mereka tidak main-main karena menggunakan panah busur, bom molotov, petasan, bahkan ada yang memakai senapan angin,” jelasnya.

“Kami juga mengimbau orang tua agar tidak membiarkan anak-anak ikut tawuran. Jangan sampai ada korban lagi seperti kemarin, ada yang tertusuk mata, ada yang tertusuk leher,” tegasnya.

Menurutnya, pelaku yang tidak bertanggung jawab, termasuk mereka yang masih di bawah umur, akan tetap diproses hukum sesuai aturan peradilan anak.

“Ini mengenaskan sekali. Jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Aktor intelektualnya sedang kami dalami, intel sudah ke sana,” tambah Arya.

Ia juga meminta warga untuk tidak menonton atau mendekati lokasi tawuran.

“Kami tidak ingin ada korban berikutnya. Kami berupaya maksimal melakukan penindakan,” tandasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
12 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru