JAKARTA – Wonderful Indonesia Gourmet (WIG) sebuah gerakan yang siap mengubah setiap hidangan menjadi sebuah narasi.Program unggulan dari Kementerian Pariwisata yang bukan hanya memetakan destinasi makan, melainkan juga menempatkan kekayaan gastronomi Indonesia di panggung dunia.
WIG hadir sebagai payung besar untuk mengangkat kuliner ke level berikutnya, menjadikannya magnet baru bagi wisatawan. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menekankan bahwa di balik setiap hidangan tersimpan sebuah cerita yang melibatkan seluruh ekosistem dari petani di ladang hingga juru masak di dapur.
“Kuliner bukan hanya tentang rasa. Ini adalah jalinan yang menggerakkan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menghadirkan pariwisata berbasis komunitas,” ujarnya, melukiskan visi “from farm to table” yang autentik dan bernilai.
Program ini diluncurkan dengan sejumlah langkah konkret yang mengundang decak kagum. Dimulai dengan peluncuran Indonesia Gourmet Guide, sebuah buku panduan yang dikurasi secara eksklusif, menghadirkan 120 restoran pilihan di Jakarta dan Bali. Buku ini bukan hanya daftar, melainkan kompas bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman kuliner berkelas.
Rangkaian acara kemudian bergeser ke Bali, di mana sebuah forum diskusi inspiratif bertajuk WIG Talk diselenggarakan. Dihadiri panelis ternama dan pegiat kuliner dari berbagai negara, forum ini menjadi wadah pertukaran ide tentang masa depan gastronomi.
Serta yang paling memikat adalah Artisan Food Market, yang mengubah sebuah ruang menjadi surga bagi para penikmat makanan. Selama dua hari, pengunjung dapat mencicipi hidangan dari lima restoran ikonik Bali serta 15 produk kuliner lokal yang dibuat dengan sentuhan artisanal, sebuah selebrasi bagi para kreator rasa.
Melalui program-program ini, Kementerian Pariwisata ingin menegaskan posisi Indonesia di panggung dunia. Data Agoda menunjukkan bahwa Indonesia telah menjadi salah satu destinasi kuliner paling dicari, bersanding dengan Jepang dan Thailand. Di kancah global, pengakuan datang dari TasteAtlas yang menempatkan kuliner Indonesia di peringkat ke-7 dunia.
WIG adalah sebuah perayaan atas keunikan dan keanekaragaman kuliner. Gastronomi akan menjadi pintu gerbang yang memperkenalkan alam, budaya, dan keramahtamahan Indonesia kepada dunia. Dengan rencana mendatangkan koki internasional untuk berbagi pengetahuan dan resep, Indonesia optimis posisinya sebagai destinasi kuliner dunia akan semakin kokoh.
“Melalui program unggulan Kementerian Pariwisata ini, kami berharap para kepala daerah akan semakin berkomitmen untuk mengangkat kearifan lokal,” ujar Vita Datau, Ketua Indonesia Gastronomy Network.
Kevindra Soemantri, Lead of Committee WIG 2025, menambahkan bahwa program ini adalah kesempatan emas untuk memetakan lanskap restoran Indonesia di panggung global, seiring dengan meningkatnya minat wisatawan berkualitas yang menjadikan kuliner sebagai alasan utama berwisata.

