JAKARTA – Seiring dengan pesatnya laju industri kreatif, Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) yang kini bertransformasi menjadi perusahaan teknologi, resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf).
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Jumat lalu ini menandai sinergi unik antara entitas yang dikenal dengan ‘stempel’ fisiknya dengan sektor yang mengandalkan inovasi digital, demi mewujudkan empat target Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa kerja sama ini adalah langkah nyata dalam mendukung amanat presiden untuk membuka lapangan kerja berkualitas.
“Kementerian Ekraf diminta oleh Presiden Prabowo untuk mendukung empat target yakni Kontribusi PDB, ekspor, investasi, dan lapangan kerja,” ujar Menteri Riefky dalam acara di kantor Peruri.
Kerja sama ini mencakup berbagai spektrum, dari pertukaran data hingga perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).
Kedua belah pihak akan berkolaborasi dalam digitalisasi pemasaran produk kreatif, penyediaan solusi keamanan digital untuk melindungi karya orisinal, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Dengan Peruri yang telah dipercaya sebagai penyelenggara Government Technology (GovTech) Indonesia, kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat dan mengamankan perizinan usaha kreatif di berbagai bidang seperti film, musik, dan event.
Peruri, di bawah kepemimpinan Direktur Utama Dwina Septiani Kencanawati, menunjukkan kesiapan penuh. “Teknologi kini menjadi bagian tak terpisahkan dari pengembangan industri kreatif,” ungkap Dwina.
Lanjutnya lagi, Peruri menghadirkan solusi digital mulai dari pendaftaran, sertifikat elektronik, hingga digital ID untuk mendukung perizinan usaha kreatif agar lebih cepat dan aman.
Lebih dari sekadar kemitraan digital, kolaborasi ini juga merangkul dimensi fisik. Menteri Riefky secara khusus mengapresiasi kontribusi Peruri melalui pengembangan Kota Peruri, kawasan terpadu seluas 5,4 hektar yang kini menjadi rumah bagi M Bloc Space dan Taman Kota Peruri.
Inisiatif ini dinilai sebagai contoh bagaimana aset BUMN dapat dioptimalkan menjadi ruang kreatif yang hidup, yang mampu mendorong interaksi langsung antara komunitas kreatif dengan masyarakat.
Menteri Riefky dan rombongan juga berkesempatan mengunjungi M Bloc Space dan Taman Kota Peruri, menyaksikan langsung ruang kota yang lahir dari kreativitas dan kolaborasi.
Kunjungan ini menutup rangkaian acara, sekaligus membuka lembaran baru bagi ekosistem ekonomi kreatif yang tidak hanya didukung oleh teknologi canggih tetapi juga ruang-ruang fisik yang inspiratif.
Kolaborasi antara Peruri dan Kementerian Ekraf ini seakan membuktikan bahwa masa depan ekonomi kreatif Indonesia kini sedang ‘dicetak’ dengan fondasi digital yang kuat dan ruang-ruang kreatif yang terus berkembang.

