JAKARTA – Menteri Luar Negeri Jepang, Takeshi Iwaya mengatakan bahwa Jepang tidak mengakui keberadaan Palestina. Hal itu ia ungkapan seiring dengan semakin banyaknya negara yang memutuskan untuk mengakui Palestina, termasuk yang terbaru yaitu Inggris, Australia, dan Kanada.
Ia mengatakan Jepang telah melakukan diskusi yang mendalam terkait hal ini.
“Ada momen yang terus berlanjut pada komunitas internasional, terkait pengakuan negara Palestina. Untuk menganggapi hal ini, pemerintah telah melewati diskusi mendalam terkait bagaimana posisi Jepang dalam hal ini, ” kata Takeshi, dikutip Holopis.com, Senin (22/9).
Ia mengatakan selama ini Jepang selalu setuju secara konsisten dengan solusi dua negara. Namun, setelah berdiskusi, sejauh ini Palestina tidak mengakui keberadaan Palestina.
“Sebagai hasilnya, pemerintah Jepang telah memutuskan untuk tidak mengakui keberadaan negara Palestina dalam pertemuan Majelis Umum PBB Ini,” katanya.
Pernyataan Takeshi muncul setelah ratusan negara setuju dengan keberadaan negara Palestina. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengumpulkan suara mayoritas yang mendukung solusi dua negara antara Israel dan Palestina, yang secara tidak langsung mengakui keberadaan negara Palestina.
Hasil pemungutan suara menunjukkan sebanyak 142 suara setuju mengakui Palestina, 10 orang tidak setuju, dan 12 memilih untuk abstain.
Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang tidak menyetujui solusi dua negara dan mengakui keberadaan negara Palestina. Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour mengatakan bahwa hasli pemungutan suara itu menunjukkan bahwa hampir semua orang memang ingin membuka pintu perdamaian dunia.

