JAKARTA – Saat memasuki masa pubertas, banyak remaja mulai mengenal istilah masturbasi, yang kini sudah tidak lagi dianggap tabu oleh banyak kalangan. Sebenarnya, masturbasi itu apa sih? Masturbasi adalah kegiatan seksual yang dilakukan oleh remaja maupun orang dewasa untuk memuaskan diri sendiri.
Aktivitas ini umumnya dilakukan oleh mereka yang belum menikah, dengan ejakulasi sebagai akhir aktivitas pada pria dan orgasme pada wanita. Data menunjukkan bahwa hampir 99% remaja laki-laki dan sekitar 68% remaja perempuan pernah melakukan masturbasi. Bahkan setelah menikah, sekitar 63% suami dan 42% istri masih melakukannya.
Masturbasi dipengaruhi oleh peningkatan hormon testosteron selama masa pubertas. Hormon ini merangsang produksi sperma dan menaikkan gairah seksual. Ketika hormon ini aktif dan disertai dengan fantasi seksual, keinginan untuk masturbasi muncul secara alami.
Dr. Boyke Dian Nugraha, dokter spesialis kandungan dan seksolog yang aktif mengedukasi melalui kanal YouTube-nya, mengingatkan agar masturbasi tidak dilakukan terlalu sering. Menurutnya, frekuensi yang ideal adalah sekitar dua kali dalam seminggu.
Untuk remaja laki-laki, masturbasi dengan frekuensi kira-kira setiap tiga hari sekali dalam jangka waktu satu minggu masih dianggap normal, karena sesuai dengan siklus produksi sperma. Sedangkan untuk remaja perempuan dianjurkan agar tidak melakukan masturbasi lebih dari dua kali seminggu. Dan juga bagi wanita perlu berhati-hati saat melakukan mamsturbasi supaya tidak melukai area sensitif.
“Satu minggu sampai dua kali it’s oke masih wajar. Pada remaja, sekali 3 hari itu merupakan hal yang wajar-wajar saja,” ujarnya.
Namun, dr. Boyke juga mengingatkan bahwa masturbasi yang dilakukan terlalu sering, seperti setiap hari atau beberapa kali dalam sehari, bisa menyebabkan kecanduan. Kondisi ini berpotensi mengganggu kehidupan seksual setelah menikah.
Mereka yang kecanduan biasanya lebih memilih masturbasi dibanding berhubungan intim dengan pasangan. Situasi ini yang berpotensi menimbulkan konflik dalam rumah tangga.
Salah satu penyebab meningkatnya frekuensi masturbasi berlebihan, menurutnya, adalah mudahnya akses terhadap media dan konten pornografi. Film, bacaan, dan iklan yang mengandung unsur seksual dapat memicu fantasi dan meningkatkan dorongan untuk masturbasi.
“Bacaan porno, film porno, kemudian tampilan-tampilan porno yang lain,” ungkapnya.
Bagi pasangan yang mengalami penurunan hasrat seksual, terutama wanita yang sedang memasuki masa menopause atau pria dengan masalah vitalitas, ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa terapi dan suplemen yang dapat membantu meningkatkan libido. Hal ini dapat membantu menyelaraskan keinginan kedua belah pihak, agar kehidupan seksual tetap memuaskan.

