Selasa, 24 Feb 2026
BREAKING
Selasa, 24 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Prof TB Massa Djafar Sebut Masalah Indonesia Datang dari Luar

4 Shares

JAKARTA – Guru besar Ilmu Politik dari Universitas Nasional (Unas) TB Massa Djafar mengatakan bahwa negara-negara yang berdekatan secara geografis, seperti Nepal tidak mampu mengelola proses perubahan yang datang dari luar (eksternal), terutama akibat pengaruh globalisasi dan tekanan internasional.

Hal ini disampaikan Djafar dalam video podcast yang diunggah melalui kanal YouTube Sinkos Indonesia, pada Selasa (16/9).

- Advertisement -

“Nepal itu kan secara geografis tidak terlalu jauh gitu. Nah, biasanya bagi negara yang tidak memiliki kemampuan bagaimana untuk mengelola proses-proses perubahan yang datangnya dari luar itu memang akan menjadi masalah besar,” kata Djafar, seperti dikutip Holopis.com dalam kanal YouTube Sinkos Indonesia, Rabu (17/9).

Lantas, ia menyoroti kondisi bangsa Indonesia yang saat ini sedang mengalami krisis di berbagai bidang, yaitu politik, ekonomi, hukum, dan budaya.

- Advertisement -

Kata dia, kondisi ini membuat bangsa Indonesia berada dalam situasi yang sangat rentan dan rawan mengalami ketidakstabilan, lantaran permasalahan yang saling terkait dan saling memengaruhi satu sama lain.

“Kenapa? Kita tentu saja Indonesia ini sedang berada dalam satu krisis politik dan ekonomi ya. Bahkan tidak hanya itu, krisis hukum juga, krisis budaya ya. Jadi kita sebagai satu bangsa sepertinya satu kondisi yang sangat rentan ya,” ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa masyarakat bisa menilai dari prosedur demokrasi Indonesia yang melahirkan sejumlah partai politik dan anggota parlemen, yang belum mampu memenuhi aspirasi rakyat sehingga ada jarak antara apa yang diinginkan publik dengan kebijakan di pemerintahan.

“Dan kita bisa lihat ya, bahkan kita bisa mengevaluasi bahwa prosedur demokrasi yang kemudian menghasilkan sejumlah partai, kemudian anggota-anggota parlemen ternyata output. Outcome nya yang kita lihat kan sangat berjarak apa yang menjadi aspirasi rakyat,” tuturnya.

“Kita melihat ini ada kebijakan-kebijakan pembangunan, tetapi hampir-hampir kita mengatakan tidak apa namanya tidak menjawab apa yang menjadi problem yang dihadapi oleh rakyat,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, kata Djafar, massa menumpahkan kemarahannya melalui gelombang demonstrasi di gedung DPR, lantaran dianggap sebagai sumber masalah yang terjadi di kalangan masyarakat.

“Jadi kemarin kita lihat ya lembaga DPR menjadi sasaran problem gitu kan. Nah, jadi amarah itu kemudian kalau tidak dikelola, kemudian dia menuju pada satu sasaran, maka kita sepertinya hidup dalam suasana keos,” terangnya.

Menurutnya, jika dalam kondisi seperti ini tidak dikendalikan dengan segera, maka akan menjadi kekacauan yang dapat mengancam keamanan dan stabilitas negara.

“Gejolak-gejolak yang pada akhirnya itu apakah kita mampu enggak kontrol? Jadi kalau sudah suatu keadaan yang sangat kacau, suatu keadaan keos, maka di era persaingan global ya kerawanan secara geopolitik ya hati-hati,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
4 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru