Pengamat : Isu Geng Solo Picu Ketegangan Politik, Ancaman Stabilitas Nasional

6 Shares

JAKARTA – Pengamat Intelijen dan Terorisme Ridlwan Habib menyampaikan terkait isu ‘geng Solo’ memicu ketegangan politik untuk membenturkan kelompok Presiden dengan kelompok Wakil Presiden, yang dapat menimbulkan ketidakpercayaan bahkan mengancam kestabilan politik dan birokrasi nasional.

Hal ini disampaikannya melalui podcast yang diunggah dalam kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia, pada Sabtu (13/9).

- Advertisement -

“Ingin membenturkan itu yang ingin membenturkan itu, sehingga kemudian muncul distrust. Kelompok Presiden menjadi distrust dengan kelompok Wapres. Kelompok Wapres menjadi seolah-olah dibenturkan,” kata Ridlwan, seperti dikutip Holopis.com, Minggu (14/9).

Ridlwan menduga adanya pihak-pihak yang sengaja memprovokasi dan membenturkan narasi konflik tersebut di antara para pemimpin demi mencapai tujuan tertentu.

- Advertisement -

Menurutnya, kondisi ini berisiko besar menciptakan ketegangan internal yang melemahkan pemerintahan dan membuat ketidakpercayaan antar kelompok kepemimpinan.

“Kalau kemudian narasinya ini terus dibentur-benturkan, menurut saya jangan-jangan justru dalam helikopter view di atas ini dalang utamanya ini memang tujuan utamanya jangan-jangan begitu. Ingin membenturkan itu yang ingin membenturkan itu, sehingga kemudian muncul distrust,” ungkapnya.

Ia pun menilai jika hal ini terus terjadi pada bangsa Indonesia, maka akan ada pihak ketiga yang merasa diuntungkan dalam melihat kondisi nasional seperti ini.

“Bahaya, ini harus dihentikan. Kalau ini dispute, Mas, ya teori sederhana, pihak ketiganya diuntungkan. Ya kan? Kalau kemudian masing-masing ada distrust, masing-masing ada muncul tidak percaya, maka pihak yang diuntungkan jelas ada,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa orang yang merasa diuntungkan dalam situasi ini adalah pihak-pihak yang tengah mempunyai masalah dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Dimana ketegangan yang berfokus memojokkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut dianggap sebagai kesempatan bagi para pengkritik Jokowi untuk meraih keuntungan dalam konflik internal pemerintahan.

“Siapa sih yang paling diuntungkan? Ya sekarang yang sekarang sedang bermasalah dengan Pak Jokowi. Menurut saya, pihak-pihak yang sedang bermasalah dengan Pak Jokowi, kalau kemudian Masing-masing Gibran ini dipojokkan, mereka merasa mendapat angin,” tegasnya.

Selain daripada itu, kata dia, kerusuhan aksi demonstrasi yang terjadi beberapa waktu lalu dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk menyalahkan dan menjadikan Gibran dan keluarganya sebagai kambing hitam dalam aksi tersebut.

“Seolah-olah mereka ingin menunggangi isu demonstrasi ini untuk dalam tanda petik mengkambing hitamkan Mas Gibran dengan keluarganya,” terangnya.

Di sisi lain, Ridlwan mengatakan bahwa kondisi ini sangat berbahaya lantaran dapat memicu ketegangan dan konflik sosial yang lebih luas di kalangan masyarakat.

“Bahaya banget loh. Bahaya banget,” pungkas Ridlwan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
6 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru