Ken Setiawan: Isra Mi’raj Transformasi Agama dari Ibadah Spiritual Menuju Realitas Politik

26 Shares

JAKARTA – Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan menilai bahwa Isra Miraj merupakan perspektif lintas agama. Ia berpandangan jika peristiwa perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW tersebut bisa dijadikan momentum transformatif yang mengubah peran agama dari semata-mata ibadah spiritual menjadi gerakan sosial-politik yang melawan penindasan.

“Isra Mi’raj adalah kilas balik perjalanan spiritual manusia menuju kesadaran tertinggi, yang kemudian bertransformasi menjadi aktualisasi ajaran agama dalam realitas sosial dan politik,” kata Ken Setiawan saat menjadi narasumber dalam sarasehan kebangsaan yang diselenggarakan oleh Majelis Umat Kristen Indonesia pada Rabu (10/9/2025).

- Advertisement -

Ken menerangkan bahwa Islam hadir bukan sebagai ajaran yang sepenuhnya baru, melainkan kelanjutan dari pesan-pesan ketuhanan sebelumnya, yakni Taurat dan Injil. Lantas ia pun menyoroti pentingnya pemahaman lintas agama dalam menafsirkan sejarah Islam, termasuk masa awal kenabian Muhammad SAW.

Ia mengungkapkan bahwa sejak kecil Nabi Muhammad telah dekat dengan ajaran-ajaran Kristen dan tokoh-tokoh pendeta. Bahkan, ia menyebut bahwa pernikahan Nabi Muhammad dengan Khadijah dilakukan sebelum turunnya syariat Islam.

- Advertisement -

“Di usia 12 tahun, Nabi Muhammad sudah dikenali potensinya oleh pendeta Kristen bernama Buhaira. Dan saat menerima wahyu pertama di usia 40 tahun, yang menafsirkan adalah Waraqah bin Naufal, seorang pendeta Kristen dan sepupu Khadijah,” jelas Ken.

Isra Mi’raj: Titik Balik Menuju Perlawanan Politik

Lebih lanjut, Ken Setiawan pun menjelaskan bahwa periode awal dakwah Nabi, yakni selama 13 tahun di Makkah, adalah masa dakwah sembunyi-sembunyi yang disebut sebagai masa Darun Nadwah. Di masa ini menurutnya, dakwah lebih berfokus pada aspek spiritual dan kesadaran personal.

Namun, setelah peristiwa Isra Mi’raj yang terjadi saat Nabi Muhammad berusia 53 tahun terjadi transformasi besar. Agama kemudian diaktualisasikan dalam perjuangan sosial-politik melawan penindasan Quraisy.

Bahkan kata Ken, Isra Mi’raj adalah titik balik, karena di situlah rukun Islam diturunkan sebagai strategi perjuangan. Syahadat menjadi deklarasi perlawanan, sholat sebagai media komunikasi massal, zakat sebagai distribusi kekayaan, puasa sebagai bentuk solidaritas kelas, dan haji sebagai kongres global umat manusia yang menentang penindasan.

Di sisi lain, Ken Setiawan juga menafsirkan rukun Islam secara kontekstual dan progresif. Ia menyatakan bahwa syahadat bukan hanya pengakuan spiritual, tapi deklarasi politik atas keberpihakan kepada keadilan.

Kemudian shalat pun dinilai sebagai pengorganisasian masyarakat dan penguatan solidaritas sosial. Begitu pula dengan zakat yang menjadi sistem distribusi kekayaan untuk menciptakan kesejahteraan.

Puasa, Ken mengatakan bahwa perintah Islam ini juga bisa dilihat sebagai latihan solidaritas dan perlawanan terhadap ketimpangan ekonomi. Sementara untuk haji dimaknai sebagai simbol kesetaraan dan persatuan global dalam melawan ketidakadilan.

“Puasa bukan sekadar menahan lapar. Ini adalah bentuk pembagian sarapan dan makan siang kepada saudara yang miskin. Dan ibadah haji menyatukan manusia tanpa memandang ras dan kelas, melambangkan perlawanan bersama terhadap penindasan,” paparnya.

Terakhir, Ken Setiawan berharap bahwa dengan memahami makna Isra Mi’raj dan rukun Islam dalam perspektif lintas agama dan sosial-politik, masyarakat Indonesia dapat mengakhiri perdebatan sektarian yang sering memicu intoleransi.

“Musuh para nabi bukanlah agama lain, tapi para penguasa yang menindas rakyatnya. Saatnya kita bergandengan tangan memperjuangkan keadilan sosial, hidup rukun, damai, dan sejahtera, meski berasal dari latar belakang yang berbeda-beda,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
26 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru