Waspada! Penipuan APK Berkedok Video Demo
JAKARTA – Gelombang unjuk rasa di sejumlah kota Tanah Air dimanfaatkan oknum penjahat siber untuk melancarkan aksinya. Modus terbaru berupa file APK berkedok video demo kini ramai beredar di WhatsApp, menjerat mereka yang lengah dan penasaran dengan isu terkini.
Dikutip Holopis.com dari akun Instagram @cyberity.network pada Sabtu (6/9), dalam unggahan itu membagikan tangkapan layar pesan WhatsApp berisi file APK berukuran 78 MB lengkap dengan instruksi instalasi.
“Teman-teman selalu berhati-hati ya. Penipu sudah mulai beraksi dengan memanfaatkan momen. Modusnya berbagi video demo yang ternyata APK spam,” tulis akun tersebut.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana pelaku siber sering memanfaatkan isu viral untuk menarik perhatian masyarakat. Rasa ingin tahu terhadap topik hangat, seperti demo besar-besaran, dijadikan umpan agar calon korban tanpa sadar mengunduh malware.
Apa Itu Modus APK?
File APK (Android Package Kit) adalah format untuk menginstal aplikasi di perangkat Android. Namun, file APK yang beredar di luar toko resmi seperti Google Play Store sangat berisiko karena bisa disusupi malware.
Penipuan berbasis APK bukan hal baru. Sebelumnya, masyarakat sudah disasar dengan beragam kedok, mulai dari undangan pernikahan, informasi ekspedisi, hingga surat tilang palsu dari kepolisian. Semuanya memiliki pola serupa: korban diminta mengunduh dan menginstal file mencurigakan.
Kenapa Harus Waspada?
Begitu dipasang, APK berisi malware bisa mencuri data pribadi, mulai dari nomor rekening, kontak, hingga akses ke aplikasi perbankan. Dampaknya bukan hanya kerugian materi, tetapi juga ancaman terhadap keamanan digital pengguna.
Pakar keamanan siber mengimbau agar masyarakat tidak sembarangan menginstal file APK yang diterima dari pesan instan, terlebih jika sumbernya tidak jelas. Jika ingin menonton video demo atau berita, pastikan hanya melalui media resmi dan terpercaya.