JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan kembali agar seluruh bangsa Indonesia untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan. Hal ini ditekankan agar bangsa Indonesia tidak lagi dijajah oleh bangsa lain seperti yang pernah dialami ratusan tahun lalu.
“Jangan sekali-kali lupa itu, bahwa kita ratusan tahun diganggu, diinvasi, diadu domba. Suku sama suku, agama sama agama, dan akhirnya terjadilah kemiskinan,” kata Prabowo dalam pidatonya di acara Pengarahan kepada Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2025).
Karena kelemahan Indonesia ada di persatuan. Ketika bangsa Indonesia dipecah-belah, maka peluang terjadinya penjajahan seperti halnya terjadi di era kolonial bisa saja terjadi. Maka penting untuk kembali merefleksikan persatuan dan kesatuan antar bangsa, sehingga eksistensi bangsa dan negara tetap utuh.
“Kita tidak pernah boleh melupakan sejarah. Bangsa yang melupakan sejarah adalah bangsa yang akan ditakdirkan untuk mengalami kembali kesalahan-kesalahan di masa lampau,” ujarnya.
Maka dari itu, setidaknya di pemerintahannya saat ini Presiden Prabowo ingin mempersiapkan perbaikan-perbaikan, baik di sektor ekonomi, khususnya pendidikan. Yang jelas ia tak ingin kesalahan masa lampau terjadi lagi di kemudian hari.
“Karena itu salah satu upaya kita sekarang adalah untuk segera memperbaiki semua kekurangan-kekurangan kita sebagai bangsa,” tukasnya.
Lantas, ia pun merasa senang karena saat ini proses Sekolah Rakyat yang digagasnya sudah mulai berjalan, bahkan sudah mulai merata di seluruh Indonesia.
“Saya juga diberi laporan, bulan September ini sudah akan tambah beroperasi 65 sekolah lagi,” tutur Prabowo.
“Saya kira ini sesuatu prestasi yang menurut saya luar biasa,” sambungnya.
Ditekankan lagi oleh Prabowo, bahwa pemenuhan akses pendidikan juga meripakan cita-cita para pendiri bangsa. Karena bangsa yang merdeka syaratnya adalah terdidik dengan baik.
“Jadi saudara-saudara sekalian, memang cita-cita pendiri-pendiri bangsa kita mendirikan sebuah negara merdeka adalah untuk sebagai bangsa kita ingin menjadi bangsa menjadi rakyat yang merdeka,” tandas Prabowo.
“Merdeka itu adalah bebas dari penjajahan, bebas dari dikuasai oleh orang lain, penjajahan artinya nasib kita, nasib rakyat kita adalah dikuasai oleh bangsa lain,” pungkasnya.

