GOWA – Salah seorang pendaki asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) meninggal dunia saat merayakan HUT RI ke-80 di Gunung Bawakaraeng, Minggu (17/8).
Anggota tim Rescue Dinas Damkarmat Kota Makassar, Abd Gafur, mengatakan, korban meninggal dunia akibat hipotermia berat.
“Satu orang pendaki berinisial IR (24) meninggal dunia akibat hipotermia berat,” kata Gafur kepada Holopis.com, Senin (18/7).
Gafur menambahkan, saat ini Tim SAR Gabungan telah melakukan evakuasi korban dari Pos 8 ke pos Bulukballea.
Sebagai informasi, ribuan pendaki dari berbagai daerah memadati Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, untuk melaksanakan upacara pengibaran bendera Merah Putih memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80, Minggu (17/8).
Berdasarkan informasi yang didapatkan tercatat sebanyak 4.068 pendaki berada di gunung dengan ketinggian 2.830 MDPL tersebut.
Mereka tersebar di berbagai jalur pendakian. Mulai dari jalur Lembanna sebanyak 310 orang, jalur Bulu Ballae 1.097 orang, dan jalur Tasoso 986 orang.
Selain itu, terdapat juga di jalur Panaikang 260 orang, serta jalur Lembah Ramma 67 orang. Jumlah ini terus berubah seiring aktivitas pendakian.
Lonjakan pendaki membuat Basarnas Makassar bersama Tim SAR gabungan menyiapkan ratusan personel. Kabarnya sebanyak 328 orang Tim SAR telah dikerahkan ke berbagai pos, mulai dari Pos 5, Pos 7, Pos 8, Pos 10, hingga Lembah Ramma. Sementara 196 personel lain siaga penuh di posko Lembanna, Bulu Ballea, dan Tassoso.
Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan, kegiatan Siaga Merah Putih ini menjadi agenda rutin setiap perayaan HUT Kemerdekaan di Gunung Bawakaraeng.
“Siaga Merah Putih ini adalah gelaran tahunan. Setiap tahun, jumlah pendaki yang merayakan HUT Kemerdekaan di Gunung Bawakaraeng semakin meningkat,” jelas Arif. Minggu (17/8) malam.
Dikonfirmasi terpisah Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan. Ia menyebut ribuan pendaki tercatat melakukan registrasi di posko induk Lembanna.
“Sejak 16 Agustus 2025, pukul 11.30 Wita, posko Lembanna mencatat 1.942 pendaki telah melakukan registrasi di beberapa pos, seperti Bulu Ballea, Lembanna, Tassoso, dan Panaikang,” Jelas Sultan.
Namun, di balik semangat peringatan HUT RI, tim SAR juga mencatat sebanyak 25 pendaki mengalami kendala di sejumlah titik. Sebagian besar mengalami hipotermia, asam lambung, hingga terpisah dari rombongan.
Penanganan darurat dilakukan di Posko Bulu Ballea, Posko Tassoso, Pos 8, Pos 9, hingga Pos 10 yang merupakan area puncak.
“Saat ini tim siaga di setiap titik pos SAR gabungan masih terus melakukan penanganan medis kepada korban-korban yang membutuhkan,” beber Sultan.
Basarnas mengimbau kepada seluruh pendaki agar berhati-hati, selalu mengikuti arahan petugas, serta menjaga keselamatan selama berada di jalur gunung.
“Kami mengimbau semua pendaki untuk tetap waspada dan mematuhi petunjuk dari tim penyelamat demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

