JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa dirinya sudah memberikan teguran keras kepada Bupati Pati Sadewo perihal konflik yang terjadi.
Tito mengungkapkan, dirinya telah meminta penjelasan kenapa Sadewo bisa nekat menaikan pajak daerah tanpa melihat kondisi masyarakat terlebih dahulu.
“Saya langsung telepon Pak Bupati, Pak Gubernur. Saya tanyakan kenapa mekanismenya seperti itu,” kata Tito dalam pernyataannya pada Kamis (14/8).
Kendati demikian, perihal tuntutan masyarakat agar Sadewo mengundurkan diri, Tito menegaskan itu harus melalui mekanisme resmi
Tito juga mengimbau warga untuk menyalurkan aspirasi secara wajar tanpa tindakan anarkis. Sementara itu, pemerintah daerah diminta responsif terhadap keresahan masyarakat.
“Lakukan dialog dan hindari kepentingan politik di balik tuntutan. Bupati dipilih rakyat, jadi semua proses harus sesuai aturan,” jelasnya.
Diketahui aksi demonstrasi di Pati dipicu kebijakan Sudewo yang menaikan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) hingga 250%. Tito mengingatkan, kebijakan pajak harus mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat agar tidak membebani warga.
“Jangan memberatkan masyarakat. Kebijakan pajak sebaiknya dilakukan bertahap dengan sosialisasi yang cukup,” tuntasnya.


