JAKARTA – Kementerian Luar Negeri Prancis menyampaikan kutukannya atas rencana Israel yang akan menduduki Jalur Gaza, Palestina. Hal ini seperti disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot.
“Prancis mengutuk rencana yang diadopsi semalam oleh pemerintah Israel untuk kembali memperluas operasi militernya guna menguasai Kota Gaza, dengan tujuan mengendalikan seluruh Jalur Gaza secara militer,” tulis Jean dalam sebuah pernyataan yang dikutip Holopis.com, Sabtu (9/8/2025).
Kemlu Prancis menegaskan kembali penentangannya secara tegas terhadap rencana apa pun dilakukan Israel untuk menduduki Jalur Gaza dan menggusur paksa penduduknya dari tanah mereka. Selain oti, Jean-Noel seraya menggarisbawahi tindakan tersebut sebagai langkah di luar batas pelanggaran serius hukum internasional.
“Tindakan tersebut akan merusak aspirasi sah rakyat Palestina untuk hidup damai dalam negara yang layak, berdaulat, dan bertetangga, serta akan menimbulkan ancaman bagi stabilitas regional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kemlu Prancis pun menegaskan kembali bahwa Prancis akan terus berupaya mewujudkan solusi terhadap konflik dua negara, dan menekankan bahwa masa depan Gaza harus menjadi bagian dari negara Palestina, seta masa depan yang dipimpin oleh Otoritas Palestina.
“Prancis akan melanjutkan pekerjaan yang dimulai di New York, bersama dengan mitra-mitranya dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk mengerahkan misi stabilisasi internasional sementara guna menjamin keamanan warga Israel dan Palestina,” tukasnya.
Tidak sendiri, Prancis juga akan menggandeng seluruh negara sahabat di dunia untuk mewujudkan misi besar tersebut, sehingga upaya untuk menekan agresi militer dan penjajahan Israel ke Palestina benar-benar bisa disudahi.
“Prancis menyerukan kepada mitra-mitra kami dan semua negara lain untuk bergabung dalam upaya kolektif ini,” pungkasnya.
La France condamne fermement le plan du gouvernement israélien visant à préparer l’occupation intégrale de Gaza. Une telle opération aggraverait une situation déjà catastrophique sans permettre la libération des otages du Hamas, son désarmement et sa reddition.
— Jean-Noël Barrot (@jnbarrot) August 8, 2025
Kabinet Keamanan Israel disebut telah menyetujui rencana pendudukan penuh Gaza, yang diusulkan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu. Pun demikian, rencana ini pun masih dalam tahap pembahasan sehingga belum disampaikan secara resmi oleh rezim Netanyahu.

