JAKARTA – KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) mendalami pengadaan Google Cloud di Kemendikbud Ristek yang diduga amis rasuah dengan memeriksa mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim pada hari Kamis 7 Agustus 2025. Sejumlah hal didalami tim penyelidik melalui permintaan keterangan terhadap Nadiem.
“Kemudian untuk Penanganan perkara Google Cloud. Hari ini juga diperiksa atau diminta keterangan mantan menteri yaitu saudara NM,” ucap Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di kantornya, Jakarta Selatan, seperti dikutip Holopis.com.
Sayangnya, Asep saat ini belum mau membongkar apa saja yang didalami pihaknya dari Nadiem. Pasalnya penanganan kasus masih dalam tahap penyelidikan dan bersifat rahasia.
“Ini kita masih dalam tahap penyelidikan kalau yang ini,” imbuh Asep.
Hampir sembilan jam Nadiem diperiksa tim penyelidik KPK. Menurut Nadiem, penyelidik meminta keterangannya ihwal pengadaan Google Cloud.
“Alhamdulillah sudah selesai saya diminta memberikan memberikan keterangan mengenai pengadaan cloud di Kemendikbud,” ujar Nadiem sebelum meninggalkan gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis malam.
Nadiem mengklaim, dalam permintaan keterangan yang telah dijalaninya tadi berjalan dengan lancar. “Saya ingin memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada KPK juga untuk telah memberikan saya kesempatan untuk melakukan keterangan ini,” ucap Nadiem yang didampingi tim penasihat hukum.
Nadiem memilih bungkam sembari berjalan meninggalkan gedung KPK, saat disinggung sejumlah pertanyaan oleh awak media. Di antaranya saat disinggung soal keterkaitan antara GoTo dan Google yang merupakan penyedia layanan cloud atau penyimpanan. Nadiem juga bungkam saat disinggung soal dugaan keterlibatan Shadow team atau tim bayangan di lingkungan Kemendikbudristek, terkait pengadaan cloud ini.
Nadiem sebelumnya sempat menyebut istilah ‘shadow organization’ dalam pertemuan di Markas PBB, Amerika Serikat. Belakangan Nadiem meralatnya. Nadiem menyatakan ‘shadow organization’ yang dia maksud adalah organisasi ‘mirroring’ terhadap Kemendikbud-Ristek.
Nadiem menyebut 400 orang yang tergabung dalam organisasi tersebut merupakan “mitra” yang telah menciptakan platform pembelajaran. Nadiem menyebut mereka adalah vendor. Vendor ini bernama GovTech Edu yang berada di bawah anak perusahaan PT Telkom.
“Sekarang permisi dulu saya mau kembali ke keluarga,” tandas Nadiem.
Dalam penyelidikan pengadaan Cloud ini mencuat dugaan keterlibatan PT Gojek Tokopedia Tbk (GoTo). Sebelum menjabat Mendikbudristek, Nadiem diketahui merupakan pendiri dan CEO Gojek.
Dugaan keterlibatan GoTo mengemuka seiring diperiksanya dua mantan petinggi GoTo, Melissa Siska Juminto dan Andre Sulistyo pada Selasa, 5 Agustus. Dikabarkan GoTo diduga berperan sebagai makelar atau broker dalam pengadaan Cloud Google ini.

