BANDUNG – Kisruh berkepanjangan di Kebun Binatang Bandung memasuki fase yang semakin rumit. Pemerintah Kota Bandung membuka peluang untuk mencabut izin lembaga konservasi Bandung Zoo, menyusul konflik internal yang belum mereda di tubuh Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT).
Wacana pencabutan izin ini mencuat dalam rapat yang digelar Rabu, 6 Agustus 2025, di area kebun binatang.
Rapat dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Pemkot Bandung seperti Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Badan Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Kepala Bagian Hukum. Perwakilan kepolisian dan dua kubu pengurus YMT juga turut hadir.
Ketua Pengurus YMT versi John Sumampau mengungkapkan, opsi tersebut merupakan lanjutan dari kesepakatan bersama Kementerian Kehutanan pada April lalu. Dalam kesepakatan itu, jika mediasi damai antara dua pihak gagal dilakukan, Pemkot memiliki kewenangan untuk mengusulkan pencabutan izin pengelolaan kepada Kementerian.
Selanjutnya, kementerian dapat menunjuk tim pengelola sementara melalui surat keputusan resmi.
“Kami menghormati semua keputusan pemerintah terkait masa depan pengelolaan Bandung Zoo,” ujar John seperti dikutip oleh Holopis.com.
Ia menambahkan, pihaknya tengah bersiap untuk mengembalikan sejumlah satwa titipan dari Taman Safari sejak 2020, termasuk jerapah dan gnu, karena ada tanggungan administratif yang belum dituntaskan.
Langkah terbaru yang diambil kubu John adalah menutup sementara operasional kebun binatang. Penutupan dilakukan pada Rabu pagi dan disebut sebagai langkah pengamanan atas aset milik Pemkot.
John menyebut dasar tindakan ini adalah Berita Acara Penitipan Barang Bukti dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, yang memberikan mandat kepada pihaknya untuk menjaga area tersebut.
Penutupan itu sendiri bukan tanpa hambatan. Menurut John, saat timnya berupaya masuk untuk memastikan perawatan satwa tetap berjalan, mereka dihadang oleh pihak keamanan yang disebut disewa oleh kubu pengurus lama.
Bahkan, gerbang servis disebut sempat digembok dari luar sehingga pasokan pakan tertahan.
“Kami tetap mengutamakan kesejahteraan satwa. Saat penutupan dilakukan, kami membawa keeper untuk memastikan pakan dan perawatan harian tidak terabaikan,” tegasnya.
Ia juga menyesalkan munculnya narasi miring di media sosial yang menyebut timnya mengabaikan kesejahteraan satwa. Menurutnya, sejumlah pihak justru menerobos masuk dan memprovokasi situasi.
Polemik ini sendiri bermula dari penunjukan kembali John Sumampau sebagai pengurus YMT pada Maret 2025, setelah dua pimpinan sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus lahan.
Sejak saat itu, ketegangan antara dua kubu semakin meningkat hingga berujung pada saling klaim pengelolaan.
Dengan kondisi yang masih jauh dari kata kondusif, masa depan Bandung Zoo kini berada di ujung keputusan pemerintah pusat.
Seperti diberitakan sebelumnya oleh Holopis.com, Rabu pagi (6/8), kebun binatang tersebut digeruduk oleh sejumlah oknum yang diduga berasal dari Taman Safari Indonesia (TSI), dengan pengawalan petugas keamanan berseragam Red Guard.
Aksi tersebut berbuntut pada terhambatnya perawatan satwa, bahkan beberapa video viral yang beredar, nyawa seekor bayi orang utan nyaris tak tertolong.

