Sementara itu, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono berharap, AOSD 2025 dapat memberikan manfaat dan mendukung program UMKM BISA ekspor. Sejak 2020, Kemendag telah menjadi Satuan Tugas sekaligus badan pelaksana AOSD. Kemendag juga berperan aktif dalam meningkatkan komitmen perwujudan pemulihan ekonomi kawasan, khususnya melalui e-commerce.
“Kami menekankan pentingnya peran e-commerce dalam meningkatkan pertumbuhan dan daya saing UMKM di Indonesia. Kami harap, peluncuran AOSD 2025 dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas UMKM Indonesia di ASEAN,” tambah Djatmiko.
Director of Business Partnership Shopee Indonesia Daniel Minardi mengaku senang dapat bekerja sama dengan Kemendag dalam penyelenggaraan AOSD 2025. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Shopee Indonesia untuk mendorong UMKM naik kelas dan ‘Go Global’ bersama Program Ekspor Shopee dan Program Ekspor Shopee FLEXI yang telah berjalan sejak 2019. Program ini telah membantu 60 juta produk lokal terekspor ke berbagai negara. “Kami percaya AOSD 2025 dapat memperluas akses bagi UMKM di Indonesia untuk terus memperkuat daya saing global,” kata Daniel.
Sharing Session UMKM
Peluncuran AOSD 2025 juga diisi sesi berbagi informasi (sharing session) yang diikuti lebih 100 dari UMKM. Sesi ini mengangkat berbagai materi dari sejumlah narasumber yaitu “Potensi Pasar di ASEAN” oleh Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kemendag Bayu Wicaksono, “Pemanfaatan Hasil Perundingan Perdagangan di ASEAN” oleh Tenaga Teknis Bidang Implementasi Hasil Perjanjian Perdagangan Internasional Free Trade Agreement Support Center Jakarta Arif Hariyanto, “Strategi Pemasaran Produk Ekspor Melalui Sistem Daring” oleh Deputy Director Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang, “Edukasi Logistik” oleh Country Senior Manager-Sales FedEx Indonesia Nicolaus Wicito, serta “Kesiapan dan Pengembangan Usaha Menuju Ekspor” oleh Chief Operating Officer (COO) Nusa Fresh Pekik Warnendya.


