JAKARTA – Kelaparan hingga saat ini masih melanda Gaza, Palestina. Berdasarkan kabar yang terbaru, puluhan orang meninggal dunia karena kelaparan dan juga malnutrisi. Seorang warga Gaza bernama Samira Abu Naji mengatakan saat ini ia sudah tidak sanggup lagi bertahan hidup dan hanya bisa memohon kepada negara-negara Arab agar memberikan sistem distribusi bantuan yang adil.
“Kami belum menerima bantuan yang semestinya. Suami saya lumpuh. Dan beberapa dari kami janda. Kami wanita yang tidak mampu pergi dan mendapatkan makanan untuk anak-anak kami. Saya tak berdaya dan tidak punya uang untuk membeli apa pun, dan harga-harga terus meroket,” kata Samira, dikutip Holopis.com, Rabu (6/8).
Sementara itu, Israel mengklaim bahwa 110 paket bantuan kemanusiaan saat ini sudah diterjunkan melalui udara di atas Gaza. Israel juga mengatakan mereka mengizinkan masuknya barang-barang tertentu saja ke Gaza.
Meski demikian, PBB masih mengatakan bahwa kelaparan masih menyebar di Gaza. Sementara itu masyarakat Gaza juga terus dilaporkan terbunuh ketika mereka mencari makanan.
Perlu diketahui Sobat Holopis, jumlah warga Palestina yang tewas di Jalur Gaza akibat serangan Israel telah bertambah menjadi 61.020, dengan 150.671 lainnya terluka sejak 7 Oktober 2023.
PBB juga mengatakan bahwa bantuan yang diizinkan masuk di Gaza tidak memenuhi kebutuhan untuk menangani ancaman kelaparan di sana. Saat ini, Pemerintah di Gaza mengatakan lebih dari 600 truk bantuan sudah masuk ke Gaza sejak Israel melonggarkan perbatasan. Namun bantuan itu masih dijarah oleh warga sipil dan juga kelompok bersenjata yang sudah putus asa.

