JAKARTA – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menjelaskan rencananya untuk melibatkan TNI dan Polri dalam menjaga penjara.
Hal itu sebelumnya dimaksudkan untuk menekan peredaran narkoba di dalam penjara yang makin masif. Agus kemudian mengatakan bahwa hal tersebut sebenarnya sudah dipertimbangkan sejak awal.
“Untuk daerah yang rawan menurut pertimbangan para Kalapas dan Karutan ini sudah kita perintahkan dari awal,” kata Agus dalam pernyataannya pada Senin (4/8).
Agus kemudian mengatakan bahwa hal tersebut bakal dilakukan jika memang para pimpinan lapas maupun penjara mengingingkannya.
“Tapi untuk khusus masalah narkoba, saya tadi imbau apakah memang harus perlu seperti itu? Kalau memang mereka tidak malu dan itu harus kita kerjakan, saya akan kerjakan,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto mengakui perlunya penambahan pengamanan dari unsur TNI atau Polri di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan).
Penambahan personel itu dikarenakan makin maraknya peredaran narkoba justru dari dalam penjara.
“Bila perlu lapas maupun rutan, terutama yang memiliki potensi kerawanan tinggi terhadap peredaran narkoba, akan kita tempatkan personel TNI atau Polri,” kata Agus Andrianto.
Agus pun tak menampik keberadaan dua institusi tersebut bakal melakukan pengamanan sekaligus menindak para petugas nakal yang ikut terlibat.
“Di dalam melakukan pengamanan, termasuk pemeriksaan kepada petugas jaga masyarakat yang melakukan besuk tahanan sehingga upaya mencegah peredaran narkoba dari dalam lapas ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

