JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 mencapai 5,12 persen (year on year). Angka ini menunjukkan peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,05 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 tumbuh sebesar 5,12 persen. Secara tahunan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari periode yang tahun sebelumnya yaitu sebesar 5,05 persen,” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud dalam konferensi pers, dikutip Holopis.com, Selasa (5/8/).
Edy menyebut, besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 5.947 triliun, sementara PDB atas dasar harga konstan sebesar Rp 3.396,3 triliun. Secara kuartalan, ekonomi Indonesia tumbuh 4,04 persen dibanding kuartal I 2025.
Edy menjelaskan bahwa seluruh lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan positif secara tahunan. Lima sektor utama yang menopang ekonomi nasional yaitu industri pengolahan 18,67 persen, pertanian 13,83 persen, perdagangan 13,02 persen, konstruksi 9,48 persen, dan pertambangan 8,59 persen.
“Kelima lapangan usaha tersebut memberikan kontribusi sebesar 63,59 persen terhadap total PDB,” jelasnya.
Lapangan usaha jasa lainnya menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 11,31 persen, didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN), cuti bersama, dan libur sekolah.
“Lapangan usaha ini juga disokong oleh peningkatan jumlah perjalanan wisatawan nusantara dan kunjungan wisatawan mancanegara,” kata Edy.
Sektor jasa perusahaan juga mengalami pertumbuhan tinggi sebesar 9,31 persen, terutama karena meningkatnya aktivitas agen dan biro perjalanan wisata. Sementara lapangan usaha transportasi dan pergudangan tumbuh 8,52 persen, didorong oleh lonjakan jumlah penumpang transportasi kereta api dan laut serta peningkatan volume barang pada seluruh moda angkutan.



